Aplikasi Pilwali (Pemilihan Walikota) Kota Binjai   Pilkada Serentak 2020

IT Konsultan Terbaik Indonesia

Komisi II DPRD Barito Timur Minta Dinas Terkait Bergerak Cepat Atasi Kematian Babi

  • Oleh Agustinus Bole Malo
  • 11 Maret 2022 - 20:40 WIB

BORNEONEWS, Tamiang Layang - Wakil Ketua Komisi II DPRD Barito Timur, Janjo Briano menanggapi merebaknya African Swine Fever (ASF) atau demam babi afrika yang menyebabkan kematian babi dalam jumlah besar. Dia meminta dinas terkait bergerak cepat untuk mengatasi penyebaran virus ini yang terus meningkat di beberapa desa.

"Beberapa wilayah di Barito Timur saya sudah datangi dan melihat sendiri. Contohnya di Desa Pulau Patai kemarin, luar biasa banyak babinya yang mati. Biasanya babi hanya sakit beberapa hari setelah itu mati," ungkap Janjo di Tamiang Layang, Jumat, 11 Maret 2022.

"Beberapa waktu lalu telah diturunkan bantuan dari pemerintah provinsi untuk penanganan ASF di beberapa desa, kami berharap penanganan ini berkesinambungan mengingat kasus ASF masih terus menyebar di beberapa desa dan kecamatan," lanjutnya.

Menurut mitra kerja dinas perikanan dan peternakan ini, masalah tersebut harus ditangani dengan cepat untuk mencegah kerugian yang lebih besar dan masyarakat nanti bisa kembali beternak.

"Sekarang sudah banyak sekali babi yang mati serta kerugian yang diderita masyarakat sangat besar. Saya berharap agar dinas terkait melakukan pendataan yang akurat sehingga langkah-langkah penanganan yang dilakukan juga tepat," kata Janjo.

Dia juga meminta pemerintah desa agar turut aktif melakukan pendataan dan melaporkan ke dinas terkait, sehingga ada koordinasi yang baik dan penanganan yang tepat untuk mengatasi wabah ASF.

Babi yang terpapar virus ASF menunjukkan tanda-tanda klinis seperti kemerahan di bagian perut, dada dan scrotum. Selain itu, babi juga mengalami diare berdarah, kemerahan pada telinga, demam 41 derajat celsius, konjungtivitis, anoreksia, ataksia, paresis dan kejang.

Kadang-kadang babi juga mengalami muntah, diare atau sembelit, pendarahan kulit sianosis yang menyebabkan babi menjadi tertekan, telentang, kesulitan bernapas dan tidak mau makan. (BOLE MALO/B-7) 

Berita Terbaru