Aplikasi Pilbup (Pemilihan Bupati) Kab. Sleman Pilkada Serentak 2020

IT Konsultan Terbaik Indonesia

Pengusaha Tahu dan Tempe ini Tak Berminat Mogok Produksi Massal akibat Harga Kedelai Naik

  • Oleh Usay Nor Rahmad
  • 19 Maret 2022 - 21:30 WIB

BORNEONEWS, Sampit - Aip Sayfullah, pengelola pabrik tahu dan tempe di Borneo Timur, Kecamatan Mentawa Baru Ketapang, Sampit, Kotawaringin Timur, tak berminat ikut aksi mogok produksi seperti yang dilakukan sejumlah pelaku usaha serupa. Menurutnya aksi tersebut justru akan mengakibatkan kerugian yang lebih besar.

"Kami buka setiap hari, satu hari saja tidak produksi maka akan rugi besar," ungka Aip, Sabtu, 19 Maret 2022.

Menurut Aip, jika dia berhenti operasi akan banyak pelanggan yang berpindah. Selain itu dia juga memikirkan nasib pekerjanya yang rata-rata digaji per hari.

"Kasihan mereka mau makan apa kalau sehari tidak produksi. Apalagi mereka ini sebagian besar perantau," katanya.

Untuk diketahui di kalangan pengrajin tahu dan tempe di Sampit beredar seruan untuk mogok produksi pada Sabtu, 19 Maret 2022 dan Minggu, 20 Maret 2022. Lalu baru akan berdagang lagi Minggu malam dengan menaikan harga Rp 5.000 per bungkus dan Rp 85.000 per 100 buah tahu.

Saat ini harga kedelai di Sampit, Kotawaringin Timur, menyentuh Rp 620 ribu per karung isi 50 kilogram. Kenaikan harga kedelai ini membuat sejumlah pedagang menaikan harga tahu yang tadinya Rp 4.000 per buah menjadi Rp 5.000. (USAY NOR RAHMAD/B-5)

Berita Terbaru