Aplikasi Pilbup (Pemilihan Bupati) Kab. Minahasa Selatan Pilkada Serentak 2020

IT Konsultan Terbaik Indonesia

Sandi Pelajari Tata Kelola Area Penggemar Saat Nonton F1 di Australia

  • Oleh ANTARA
  • 09 April 2022 - 22:40 WIB

BORNEONEWS, Jakarta - Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno mempelajari tata kelola area penggemar (fans zone) ketika menonton ajang balap Formula 1 (F1) GP Australia 2022 di Albert Park Grand Prix Circuit, Melbourne, Australia.

Menurut dia, area yang menjadi lokasi bertemu para pembalap dengan para penonton itu dapat diaplikasikan dalam ajang balap MotoGP 2022 di Pertamina Mandalika International Street Circuit, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB).

"Kami sedang melihat fans zone yang akan mengubah perhelatan," kata Menparekraf dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Sabtu.

Ia mengamati adanya perpaduan antara keberadaan berbagai brand otomotif besar dengan area penggemar di lokasi balap F1 Melbourne.

Dalam area penggemar, lanjutnya, ia melihat sejumlah merek sponsor F1 Melbourne termasuk kehadiran mobil listrik yang ramah lingkungan.

"Dibuat flow-nya berubah menjadi lebih luas, ada merek besar dan panggung di sini bisa terkelola dengan baik. Apalagi ini terhubung dengan shuttle (commuter) dan tempat parkir," ucap dia.

Keberadaan area penggemar juga bisa dimanfaatkan sebagai ruang displai produk Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM).

"Jadi ini pelajaran yang bisa kita dapat dari penyelenggaraan F1 dengan total ada 120 ribu penonton per hari. Sedangkan kita di MotoGP Mandalika ada 60 ribu penonton," ungkapnya.

Bagi Sandiaga, pengelolaan yang tepat untuk perhelatan otomotif seperti F1 Melbourne atau MotoGP Mandalika dapat membuka peluang pengembangan UMKM dan lapangan pekerjaan.

Hal ini dibarengi dengan sosialisasi, edukasi, dan kesiapan infrastruktur umum dalam perhelatan wisata otomotif berstandar dunia.

"Pengelolaan yang penting dari segi traffic dan manajemen kios-kios dan UMKM untuk pembukaan lapangan pekerjaan. Kalau kita lihat pengaturan di F1 ini sangat baik dengan didukung publik transportasi," kata Menparekraf.
 

ANTARA

Berita Terbaru