Aplikasi Pilgub (Pemilihan Gubernur) Propinsi Kalimantan Tengah Pilkada Serentak 2020

IT Konsultan Terbaik Indonesia

Wali Kota Palangka Raya Imbau Masyarakat Tak Buka Lahan dengan Membakar

  • Oleh Donny Damara
  • 23 April 2022 - 21:11 WIB

BORNEONEWS, Palangka Raya - Mengingat setiap musim kemarau tiba, akan terjadi titik api ataupun kebakaran hutan dan lahan di beberpa wilayah Kota Palangka Raya. Membuat Wali kota Palangka Raya Fairid Naparin mengimbau masyarakat untuk tidak membakar hutan dan lahan saat akan berkebun.

"Saya berharap dan meminta kepada masyarakat Kota Palangka Raya yang akan berkebun untuk tidak membakar hutan dan lahan. Andaikan ingin berkebun bisa menggunakan metode lain untuk membuka lahan seperti yang sudah disosialisasikan oleh Dinas Lingkungan Hidup beberpa waktu lalu," kata dia, Sabtu, 23 April 2022.

Lanjut dia, berkaca dari tahun-tahun sebelumnya kebakaran lahan terjadi di sejumlah titik di Palangka Raya, seperti di kawasan lingkar luar Jalan Mahir Mahar, area lahan di Jalan Yos Sudarso 18 dan Jalan Tjilik Riwut Km 9 Palangka Raya dan hal itu jangan sampai terjadi lagi pada tahun ini.

Dirinya mendorong, semua pihak agar mulai dari perangkat daerah OPD untuk terus mengantisipasi serta mencegah terjadinya kebakaran hutan dan lahan. Selain itu, lakukan upaya deteksi hotspot (titik api) yang sewaktu-waktu bisa menyebabkan kebakaran.

"Saya menekankan kepada jajaran perangkat daerah untuk lebih waspada dalam memantau bahaya karhutla ini. Setidaknya pengawasan dan patroli bisa dilakukan secara terua-menerus di titik-titik rawan terjadinya kebakaran hutan dan lahan," ujarnya.

Dia menjelaskan SOPD yang memiliki tupoksi harus dapat terus memberikan imbauan kepada masyarakat untuk berkontribusi mencegah kebakaran hutan dan lahan, khususnya Badan Penganggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) yang berperan langsung dalam pencegahan kebekaran hutan dan lahan.

"Selain 2 OPD itu juga, yang berwenang menjalankan pencegahan kebakaran hutan dan lahan yaitu kelurahan dan kecamatan. Hendaknya instansi-instansibterkait ini bisa memberikan imbauan dan mensinergikan TSAK di masing-masing wiayah," ucapnya.

Di lain hal, selain diperlukan antisipasi preventif, maka penting pula penguatan edukasi kepada masyarakat untuk lebih mengutamakan pencegahan kebakaran hutan dan lahan terhadap lingkungan internalnya masing-masing.

"Sampai saat ini bahaya kebakaran hutan dan lahan belum perlu dikawatirkan, namun perlu langkah pencegahan. Kalaupun saat ini ada terpantau titik api, lebih dipengaruhi beberapa faktor, bisa oleh perubahan iklim, bisa juga disebabkan oleh segelintir orang yang dengan sengaja atau tidak sengaja membakar lahan," tandasnya. (DONNY D/B-6)

Berita Terbaru