Aplikasi Pilwali (Pemilihan Walikota) Kota Palu Pilkada Serentak 2020

IT Konsultan Terbaik Indonesia

Taty Narang Sebut Pasar Mitra Tani Jembatani Para Petani

  • Oleh Asprianta
  • 28 April 2022 - 05:00 WIB

BORNEONEWS, Pulang Pisau – Bupati Pulang Pisau Pudjirustaty Narang, menyebutkan pasar mitra tani untuk menjebatani para petani memasarkan hasil pertanian. Hal tersebut disampaikan Bupati saat menghadiri pasar mitra yang diselenggarakan Kementerian Pertanian didepan stadion HK Sanusi, Pulang Pisau.

Bupati mmengatakan masyarakat pun sangat antusias menghadiri pasar mitra tani tersebut. “Kami berterimakasih kepada Menteri Pertanian Pak Prof. Syahrul Yasin Limpo, yang telah melaksanakan pasar mitra tani di Pulpis, masyarakat antusias, karena bisa membeli bahan pangan dengan harga lebih murah,” kata Pudjirustaty Narang.

Ia juga berterima kasih kepada Dirjen Hortikultura dan Tim yang sudah bekerja keras menyukseskan acara ini. "Saya akan intruksikan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Pulpis agar berkerjasama untuk membangun Toko Mitra tani. Sebagai sarana memasarkan hasil pertanian di Pilpis," ucap Taty sapaan akrab Bupati Pulpis itu. 

Sebelumnya kegiatann ini juga sukses dilaksanakan di Palangkaraya dan Kotawaringin Timur (Kotim). Sesuai intruksi Menteri Pertanian Prof. Syahrul Yasin Limpo (SYL), Pasar Mitra Tani ini bertujuan untuk menjembatani petani/produsen dalam memasarkan produknya kepada konsumen, hal ini dilakukan Kementan untuk memperbaiki sistem tata niaga pasar yang panjang dan rumit.

Kementan mengakui bahwa salah satu hal yang membuat harga pangan mahal karena rantai pasok yang tidak tertata dengan baik sejak dulu, maka Kementan menghadirkan program.

Pasar Mitra Tani, Gelar Pasar Murah yang serentak di seluruh Indonesia. Dibawah nahkoda Mentan SYL, juga sukses membangun Toko Tani Indonesia Center yang berlokasi di Jakarta dan di seluruh ibukota Provinsi.

Hal ini dilakukan agar masyarakat bisa memilih tempat yang menjual barang berkualitas dengan harga yang terjangkau untuk dibeli, dan petani tak lagi bingung memasarkan produknya, karena semua akan ditampung oleh Toko Tani.

Koordinator Pengawalan ketersediaan pangan pokok di Provinsi Kalteng, Inti Pertiwi Nashwari menegaskan bahwa saat ini dirinya ditugaskan Mentan dan Dirjen Hortikultura Prihasto Setyanto untuk mengamankan ketersediaan pangan masyarakat Kalteng.

“Hampir sebulan ini kami dan Tim fokus di Kalteng mas, kami akan mengawal betul ketersediaan pangan bagi 2,6 juta penduduk Kalteng. Sebagaimana arahan Pak Menteri dan Pak Dirjen, kebutuhan pangan masyarakat disini harus terjaga hingga idul Fitri nanti,” ucap dia.

Jadi Kementan, Pemerintah Provinsi, TNI dan Pemda harus bersinergi untuk mewujudkan ini.

Direktur Perbenihan Hortikultura Kementan itu juga tak menampik, jika beberapa harga pangan memang saat ini sudah beranjak naik, hal ini disebabkan karena permintaan pasar cukup meningkat di bulan ramadhan dan mendekati Idul Fitri.

Fenomena ekonomi seperti ini tentunya terjadi secara natural karena adanya perubaha  dari berbagai komponen dalam perputaran roda ekonomi seperti permintaan masyarakat.

Hal ini wajar terjadi, di saat para petani atau produsen ingin menikmati sedikit kenaikan harga pada bulan suci ini, tentunya tidak hanya terjadi pada ekonomi modern.

Namun sudah terjadi sejak ribuan tahun silam dan akan terus terjadi selama sistem ekonomi itu berjalan. Maka disinilah pemerintah perlu hadir untuk menstabilkan kembali harga dipasaran.

“Naik turunnya harga itu biasa Mas, ini adalah mekanisme pasar, dan semua itu terjadi karena adanya sebab, namun yang paling penting adalah ketersediaan barangnya, tidak terjadi kelangkaan, sehingga solusinya adalah negara harus hadir disana.”ucap dia.

Ia menambah Pasar Mitra Tani yang disinyalir mampu memutus mata rantai distribusi ini diapresiasi masyarakat Kalteng, pasalnya bahan pangan yang dipasok langsung dari petani dan produsen melalui kegiatan Pengembangan Usaha Pangan Masyarakat (PUPM).

Serta juga Bulog dan beberapa produsen lainnya menjual langsung produknya di Pasar Mitra Tani, sehingga harga sangat terjangkau. (ang)

Berita Terbaru