Aplikasi Pilbup (Pemilihan Bupati) Kab. Yahukimo Pilkada Serentak 2020

IT Konsultan Terbaik Indonesia

Tim Gabungan Sosialisasi Pencegahan Hepatitis Misterius di Tamiang Layang

  • Oleh Agustinus Bole Malo
  • 09 Mei 2022 - 14:21 WIB

BORNEONEWS, Tamiang Layang - Tim Gabungan Satpol PP, Polri, TNI, UPT Pasar Tamiang Layang dan Puskesmas Tamiang Layang melakukan sosialisasi pencegahan penyakit Hepatitis Akut yang juga disebut Hepatitis Misterius karena belum diketahui penyebabnya. Sosialisasi dilakukan di beberapa lokasi di Tamiang Layang, Senin 9 Mei 2022.

"Sosialisasi kami lakukan di tempat-tempat keramaian yakni Pasar Tamiang Layang, BRI Unit Tamiang Layang, Bank Kalteng dan Kompleks Pelajar Jalan Nansarunai," ungkap Plt Kasatpol PP Kabupaten Barito Timur, Ari Panan P Lelu usai kegiatan.

Meski belum ditemukan gejala penderita Hepatitis Misterius di Barito Timur, dia berharap masyarakat mewaspadai penularan penyakit tersebut karena penyebarannya yang cukup cepat dan belum diketahui persis penyebabnya.

Kepala Puskesmas Tamiang Layang, Marlina Susana mengatakan sejak kasus pertama ditemukan di Inggris Raya 5 April 2022, hingga kini Hepatitis Misterius pada anak telah menyebar ke puluhan negara di dunia.

Gejala yang dialami penderita berupa penurunan kesadaran, demam tinggi atau riwayat demam, perubahan warna urin menjadi gelap dan feses pucat.

"Kemudian mata dan kulit terlihat kuning, gatal, nyeri sendi atau pegal-pegal, mual, muntah atau nyeri perut, lesu, hilang nafsu makan serta diare," papar Marlina.

Meski demikian dia mengimbau masyarakat agar tetap agar tetap tenang dan menerapkan pola hidup sehat dan bersih atau PHBS untuk mencegah penularan.

"Pertama, rajin mencuci tangan, meminum air bersih yang matang, makan makanan yang bersih dan matang penuh serta menggunakan alat makan sendiri-sendiri," pesannya.

Marlina juga mengingatkan agar membuang tinja atau popok sekali pakai
pada tempatnya serta memakai masker dan menjaga jarak.

"Kami juga berpesan kepada masyarakat khususnya orang tua, jika menemukan anak dengan gejala seperti kuning, mual atau muntah, diare, nyeri perut, penurunan kesadaran atau kejang, lesu, demam tinggi agar segera memeriksakan diri ke dokter atau fasilitas layanan kesehatan terdekat," katanya. (BOLE MALO/B-6)

Berita Terbaru