Aplikasi Pilbup (Pemilihan Bupati) Kab. Supiori Pilkada Serentak 2020

IT Konsultan Terbaik Indonesia

Kodim 1Muara Teweh Gelar Upacara Hari Kebangkitan Nasional

  • Oleh Ramadani
  • 20 Mei 2022 - 13:31 WIB

BORNEONEWS, Muara Teweh -  Kodim 1013 Muara Teweh mantapkan jiwa dan kobarkan semangat juang menjaga NKRI dengan melaksanakan upacara Hari Kebangkitan Nasional, Jumat 20 Mei 2022.

Bertindak sebagai Inspektur Upacara Pabung 1013 Muara Teweh, Mayor Inf Heri Widodo, Perwira Upacara Kapten Inf Praptomo, Komandan Upacara Letda Arh Supriyana.

Dalam amanat Menteri Informasi dan Informatika, Johnny G. Plate yang dibacakan Pabung 1013 Muara Teweh Mayor Inf Heru Widodo mengatakan tahun ini kita memperingati Hari Kebangkitan Nasional yang ke 114.

“Ayo Bangkit Bersama” menjadi tema peringatan Hari Kebangkitan Nasional sebagai bentuk seruan agar kita bisa bangkit bersama dari pandemi COVID-19 yang sudah melanda

"Dua tahun terakhir. Peringatan Hari Kebangkitan Nasional ini hendaknya tidak hanya kita maknai sebagai seremonial saja," ucapnya. 
Guna memahami esensi sejarah Kebangkitan Nasional, mari sejenak kita telaah sisi historis dibalik peringatan Hari Kebangkitan Nasional.
"Pada 20 Mei 1948, Presiden Soekarno menetapkan hari lahirnya perkumpulan Boedi Oetomo sebagai Hari Bangkitnya Nasionalisme Indonesia," terangnya. 

Di masa itu ada ancaman perpecahan antar golongan dan ideologi di tengah perjuangan Indonesia mempertahankan kemerdekaan dari Belanda yang ingin kembali berkuasa, sehingga semangat persatuan yang digagas oleh Boedi Oetomo diharapkan menjadi spirit dalam menghimpun kekuatan dan mencegah perpecahan bangsa. 

Boedi Oetomo adalah organisasi pertama di Indonesia yang bersifat nasional dan modern dalam sejarah pergerakan kemerdekaan. Didirikan oleh Dr. Sutomo beserta para mahasiswa STOVIA (School tot Opleiding van Indische Artsen) pada tahun 1908.

"Boedi Oetomo lahir untuk mengejar ketertinggalan bangsa Indonesia dari bangsa-bangsa lain," ungkapnya.

Organisasi yang menyatukan pergerakan di Indonesia dari yang bersifat kedaerahan menjadi nasional dengan tujuan akhir kemerdekaan. Tujuan didirikannya Boedi Oetomo yang tercetus dalam kongres pertamanya ialah untuk menjamin kehidupan sebagai bangsa yang terhormat dengan fokus pergerakan di bidang pendidikan, pengajaran, dan kebudayaan. 

Boedi Oetomo telah meletakkan tiga cita-cita bagi kebangkitan nasional yakni memerdekakan cita-cita kemanusiaan, memajukan nusa dan bangsa, serta mewujudkan kehidupan bangsa yang terhormat dan bermartabat dimata dunia. 

Kelahiran Boedi Oetomo memelopori terciptanya organisasi pergerakan di
masa selanjutnya seperti Indische Partij, Perhimpunan Indonesia dan Muhammadiyah.

"Saudara-saudari Sebangsa dan Setanah Air, Kiranya semangat Boedi Oetomo masih relevan untuk kita kontekstualisasikan pada
kehidupan berbangsa saat ini," ungkapnya. (RAMADHANI/B-11)

Berita Terbaru