Aplikasi Pilbup (Pemilihan Bupati) Kab. Minahasa Utara Pilkada Serentak 2020

IT Konsultan Terbaik Indonesia

DPRD Pertanyakan Kades di Kobar Sering Gelar Kegiatan Keluar Daerah

  • Oleh Danang Ristiantoro
  • 23 Mei 2022 - 23:20 WIB

BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Wakil Ketua I DPRD Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) Mulyadin mempertanyakan seringnya Kepala Desa melakukan perjalanan keluar daerah. Pasalnya, kegiatan yang dilakukan dengan mengatasnamakan bimbingan teknis, ataupun studi banding dianggap kurang maksimal.

Menurut Mulyadin, hal tersebut menjadi perhatiannya, lantaran kegiatan berlangsung ditengah anggaran desa yang sedang mengalami penurunan. Selain itu juga ditengah pemerintah sedang menangani masalah pendemi.

"Saat ini ada hal yang lebih urgent daripada menggunakan anggaran untuk kegiatan keluar daerah, apalagi kegiatan keluar daerah selama empat bulan dilakukan selama empat kali," kata Mulyadin.

Jadi, lebih baik anggaran yang digunakan itu bisa lebih dimanfaatkan untuk recoveri atau pemulihan ekonomi masyarakat dari dampak pandemi Covid-19. Apalagi penggunaan anggaran yang dipakai untuk perjalanan tersebut dipertanyakan apakah melalui APBDes Desa atau menggunakan dana pribadi.

Mengingat anggaran yang dipakai belum teranggarkan. Berdasarkan informasi yang diterima dari beberapa Kades anggaran tersebut akan dialokasikan melalui perubahan. Maka dengan ini pihaknya mengimbau Kades supaya anggaran ini tidak dimasukkan dalam anggaran desa.

"Kami tidak ingin nantinya menjadi permasalahan hukum dikemudian hari. Akibat penggunaan anggaran yang belum teranggarkan," tegas Mulyadin.

Mulyadin mengungkapkan, bahwa apa yang disampaikan ini adalah semata-mata dalam rangka supaya kedepan tidak terjadi masalah hukum. Serta, tidak ada kesan bahwa perjalanannya jalan-jalan semata. Juga, agar tidak ada yang membuat kegiatan tersebut tidak tepat sasaran.

DPRD juga mempertanyakan kepada Dinas terkait, apa dasar yang digunakan untuk melaksanakan kegiatan keluar daerah, bahkan sampai empat kali dalam kurun waktu empat bulan.

"Kegiatan yang dilaksanakan sendiri sasarannya tidak jelas, salah satunya studi Bandung berkaitan dengan masalah sawit. Padahal ada beberapa Kades yang lokasinya tidak ada sawitnya ikut berangkat. Ini sangat kurang pas," imbuhnya. (DANANG/B-5)

Berita Terbaru