Aplikasi Pilbup (Pemilihan Bupati) Kab. Indramayu Pilkada Serentak 2020

IT Konsultan Terbaik Indonesia

Menkeu: Realisasi pembiayaan Investasi Capai Rp17 Triliun per 20 Mei

  • Oleh ANTARA
  • 24 Mei 2022 - 12:00 WIB

BORNEONEWS, Jakarta - Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati dalam konferensi pers APBN KiTa Mei 2022 di Jakarta, Senin, menyampaikan realisasi pembiayaan investasi sejak Januari hingga 20 Mei 2022 mencapai Rp17 triliun atau 9,3 persen dari target APBN.

"Pembiayaan terutama adalah untuk dicairkan kepada Badan Layanan Umum Lembaga Manajemen Aset Negara (BLU LMAN) sebesar Rp10 triliun, Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan FLPP Rp6 triliun, dan Lembaga Dana Kerja Sama Pembangunan Internasional (LDKPI) Rp1 triliun," kata Sri Mulyani.

Saat ini, ia menegaskan Kemenkeu akan terus melakukan tracking dari kinerja pembiayaan investasi, terutama untuk LMAN yang mendukung proyek strategis nasional (PSN).

Presiden Joko Widodo telah meminta seluruh infrastruktur yang memang sudah dibangun harus selesai pada tahun 2023 atau maksimum di semester I-2024.

Dengan demikian, Sri Mulyani menegaskan saat ini pihaknya fokus untuk membiayai proyek-proyek yang memang jadi prioritas.


Untuk pendanaan lahan PSN tahun 2022, per 20 Mei dana telah mencapai Rp5,68 triliun yang disalurkan LMAN kepada PSN berupa jalan tol, bendungan, kereta api, pelabuhan, irigasi, Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN), dan air baku.

Sementara dari pembiayaan investasi untuk FLPP, telah disalurkan dana per 9 Mei 2022 senilai Rp7,59 triliun untuk 68.340 unit rumah.

Selanjutnya melalui investasi pada LDKPI, Bendahara Negara tersebut menyebutkan Indonesia telah menyalurkan hibah kepada pemerintah asing atau lembaga asing sejak tahun 2020 sampai dengan 11 Mei 2022 sebesar Rp61,43 miliar. Sedangkan imbal hasil tercatat Rp122,34 miliar.

Hibah tersebut antara lain diberikan berupa bantuan kemanusiaan maupun penanganan COVID-19, pelatihan, serta dukungan penyelenggaraan 7th Our Ocean Conference 2022.

"Kepada LDKPI diberikan pembiayaan investasi untuk membantu berbagai negara-negara lain yang mengalami kondisi yang kurang baik karena pandemi maupun krisis lainnya. Kita sudah membantu untuk beberapa negara di Kepulauan Pasifik," tambah dia.

ANTARA

Berita Terbaru