Aplikasi Pilwali (Pemilihan Walikota) Kota Mataram Pilkada Serentak 2020

IT Konsultan Terbaik Indonesia

Mandor Panen dan Sopir Digelandang ke Polsek Aruta

  • Oleh Danang Ristiantoro
  • 29 Mei 2022 - 18:15 WIB

BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Akibat perbuatannya menggelar puluhan janjang buah sawit ditempat bekerja, dua pelaku yakni Mandor Panen dan Sopir PT. Persada Bina Nusantara  Abadi (PBNA), digelandang ke Mapolsek Arut Utara (Aruta) jajaran Polres Kotawaringin Barat.

Kapolsek Aruta Ipda Agung Sugiarto menyampaikan, bahwa dua tersangka inisial MBS (32) dan T (28) merupakan karyawan di perusahaan tersebut. Aksi keduanya terbongkar oleh petugas patroli pada Rabu, 25 Mei 2022 sekitar pukul 23.20 WIB.

"Kedua tersangka ini merupakan warga Aruta. Saat kejadian, mereka terbukti telah menggelapkan sebanyak 99 buah janjang sawit," kata Ipda Agung Sugiarto, kepada Borneonews, pada Minggu, 29 Mei 2022.

Agung menyebutkan, adapun kronologisnya yaitu Rabu, 25 Mei 2022 pukul 23.00 WIB, pada saat personil pengamanan PT. SINP/PBNA sedang melaksanakan patroli dengan berkeliling di Areal kebun PT. PBNA.

Kemudian, anggota patroli Standby Di Afdeling Bravo PT. PBNA  Block 13. Berselang sekitar 20 menit tim patroli melihat satu unit truk milik Kontraktor yang bekerja sama dengan PT. PBNA, bermuatan kelapa sawit keluar kebun, dan 5 menit kemudian truck tersebut kembali.

Merasa penasaran, kemudian tim patroli melakukan pengecekan dan ternyata buah yang di bawa tersebut di turunkan di kebun masyarakat. Saat di cek ternyata benar, bahwa buah sawit tersebut bercirikan cangkam kodok dan ada kode nomor pemanen 18 - 101 yang merupakan ciri khusus PT.PBNA.

Tak menunggu lama, tim patroli mencari supir truk tersebut dan setelah diintrogasi ternyata ia melakukannya bekerjasama dengan mandor panen. Keduanya pun mengakui bahwa buah tersebut berasal dari Afdeling Echo PT. PBNA.
"Jadi, para tersangka ini berencana akan menjual buah tersebut ke tengkulak. Selanjutnya tersangka dan barang bukti dibawa Polsek Arut Utara untuk diproses lebih lanjut," ungkapnya.

Atas kejadian tersebut PT.PBNA mengalami kerugian sekitar kurang lebih Rp 3.960.000. (DANANG/B=6)

Berita Terbaru