Aplikasi Pilbup (Pemilihan Bupati) Kab. Bintan Pilkada Serentak 2020

IT Konsultan Terbaik Indonesia

Petani Sawit Meringis, Harga TBS Belum Juga Membaik

  • Oleh Naco
  • 04 Juni 2022 - 06:00 WIB

BORNEONEWS, Sampit - Pagi usai menghirup secangkir kopi hitam, seorang pria berjalan dari pondoknya menuju kebun sawit, sambil membawa dodos alat panen sawit di bahunya.

Dia adalah Herianto petani sawit yang berada di Jalan Jenderal Sudirman Km 18, Kelurahan Pasir Putih,  Kecamatan MB Ketapang.

Tidak jauh dari pondoknya ia menghampiri buah sawit yang sudah menguning di pohonnya, dengan sekuat tenaganya langsung diarahkan mata dodos ke tandan buah segar itu.

"Bruk!" Terdengar hempasan ke tanah sawit yang dipanen pria 49 tahun tersebut. Buah yang jatuh dari pohonnya itu langsung dimuat ke dalam sebuah angkong yang sudah ada di lokasi. Itu dilakukan berulang kali, buah dibawa menuju ke jalan utama tempat biasa menimbang buah kelapa sawit.

Sesekali dia menghela napas sambil mengusap wajahnya yang bercucuran keringan dengan kerah bajunya yang sudah kusam.

Ia terus memanen sawit dengan luasan sekitar 1,7 hektare tersebut. Meski harga turun namun dirinya mengaku terpaksa tetap harus memanen daripada busuk di pohon. Di sisi lain kebun itu adalah harapan satu-satunya selama ini.

"Biasanya saya panen bawa satu orang, ini saya panen sendiri saja, karena kalau bawa orang lagi berapa upahnya," ceritanya Jumat, 3 Juni 2022.

Menurut Herianto, dari lahannya itu setiap dua pekan sekali dipanen bisa menghasilkan 1-1,3 ton. Jika dengan harga sebelumnya di tingkat petani Rp3.200 per kilogram ia bisa dapatkan hasil sekitar Rp 6,5 hingga Rp 7 juta lebih per bulan.

Meski harga pupuk, racun juga berangsur naik namun baginya harga itu tetap berpihak kepada mereka. Kondisi demikian sempat membuat mereka tersenyum.

Namun, setelah adanya penutupan keran ekspor hasil sawit oleh pemerintah pusat, harga TBS turun drastis. Dia dapat informasi pemerintah sudah kembali membolehkan ekspor sawit. Namun anehnya, harga sekarang juga tak kunjung naik. Sudah beberapa bulan ini harga hanya berkisar masih diangka Rp1.400 hingga Rp 1.500 saja per kilogramnya.

Berita Terbaru