Aplikasi Pilbup (Pemilihan Bupati) Kab. Pakpak Bharat Pilkada Serentak 2024

IT Konsultan Terbaik Indonesia

Harga Anjlok, Jadi Salah Satu Faktor Pencurian Sawit Menurun

  • Oleh Danang Ristiantoro
  • 07 Juni 2022 - 07:41 WIB

BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Dampak dari anjloknya harga Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit di Kabupaten Kotawaringin Barat. Ternyata, pencurian di area perusahaan besar swasta (PBS) kelapa sawit menun signifikan.

Kapolsek Arut Utara, Ipda Agung Sugiarto mengatakan bahwa selain faktor murahnya harga sawit, edukasi terhadap masyarakat juga berjalan sesuai yang diharapkan, sehingga masyarakat khususnya di Pangkut dan umumnya di Kecamatan Arut Utara, dapat memahami konsekuensi yang harus didapatkan ketika melakukan pencurian.

"Ada banyak faktor, di antaranya harga sawit yang rendah dan keberhasilan edukasi yang kita lakukan secara masif ke masyarakat. Selain itu patroli rutin yang digelar baik oleh Polsek Aruta maupun petugas keamanan kebun, mempersempit ruang gerak para pelaku pencurian buah kelapa sawit," ujarnya, Senin, 6 Juni 2022.

Ia menyebut ketika harga sawit sedang bagus, angka kasus pidana pencurian TBS kelapa sawit trennya jug meningkat, bahkan dalam satu bulan lebih ada sebanyak 2 sampai 4 kasus pencurian yang ditangani oleh Polsek Aruta.

Namun, akhir-akhir ini tren pencurian buah sawit belum bisa sepenuhnya hilang, karena masih ada kasus yang ditangani meski menurun jauh dibandingkan pada tahun 2021 dan awal tahun 2022.

"Untuk dua bulan terakhir hanya ada satu kasus pencurian kelapa sawit yang kita tangani, meski sulit untuk dihilangkan namun kita telah berupaya agar kasus pencurian sawit bisa hilang," harapnya.

Lanjut dia, berkat edukasi dan sosialisasi yang dilakukan di wilayah hukum kecamatan Arut Utara, hampir tidak ada lagi pelaku pencurian sawit berasal dari warga setempat.

Bahkan belasan pelaku pencurian sawit yang tertangkap dan sudah diproses hukum merupakan warga pendatang dari Kota Pangkalan Bun, termasuk dari Kelurahan Raja Seberang.

"Kalau kita inventarisasi para pelaku sudah jarang yang merupakan warga setempat, justru mereka warga luar Aruta," pungkasnya. (DANANG/B-6)

Berita Terbaru