Aplikasi Pilbup (Pemilihan Bupati) Kab. Solok Pilkada Serentak 2024

IT Konsultan Terbaik Indonesia

Babi Digunakan untuk Melihat Masa Depan dalam Ritual Adat Dayak

  • Oleh Testi Priscilla
  • 10 Juni 2022 - 03:00 WIB

BORNEONEWS, Palangka Raya - Hewan babi, selain sebagai ternak bagi masyarakat Dayak, ia juga tidak bisa terlepaskan dari unsur spiritual. Bahkan babi disebut selalu digunakan dalam ritual adat Dayak yang bertujuan untuk melihat masa depan. 

Selain itu babi juga digunakan baik untuk memberikan pertanda baik atau buruk bagi masyarakat Dayak melalui pembacaan hati babi, atau juga digunakan sebagai kurban dan sesajian.

Seperti dikutip dari Folks Of Dayak, komunitas anak-anak muda pemerhati dan pelestari budaya adat Dayak, dalam legenda Dayak Iban Saribas, diceritakan dahulu kala ada seorang dewata bernama Selamuda, yang menikah dengan putri dari Raja Babi, mereka memiliki dua orang anak bernama Begeri dan Uting. 

Uting ini bertubuh kecil daripada saudaranya Begeri. Setelah sekian waktu lamanya, Selamuda harus kembali ke alam kayangan.

Raja Babi, mertuanya mengatakan, bahwa ia boleh membawa anaknya Begeri ke negeri para dewata tetapi Uting harus tetap tinggal tetap didunia ini. Raja Babi mengatakan bahwa setiap keturunan Uting akan dikorbankan oleh manusia dalam acara-acara yang besar untuk memberikan pertanda kepada umat manusia.

Dalam kepercayaan Dayak Ngaju yang termuat dalam acara Ritual "Mubah Tipeng" diyakini bahwa babi adalah keturunan manusia-dewata dari Pantai Danum Sangiang atau Kahyangan yang bernama Raja Patungau. 

Pada suatu ketika terjadilah paceklik di kerajaan Patungau. Raja Patungau pergi ke kerajaan tetangga, untuk mempercepat perjalanannya dia menyamar menjadi seekor babi.

Ketika ia sudah tiba di kerajaan tetangga, dia lupa merubah penyamarannya tadi, ketika dilihat oleh penjaga kerajaan, dia langsung ditombak, namun untungnya dia sempat pulang ke kerajaannya masih menyerupai seekor babi. 

Raja Patungau akhirnya diselamatkan oleh Raja Sambung Maut yang sedang perjalanan. Ia pun pergi ke kerajaan Raja Sapaukur, Raja Sapanipeng, Raja Sapanipas yang bertanggung jawab terhadap takdir hidup manusia memohon pengobatan untuk adiknya Raja Patungau.

Demikian atas kehendak Mahatala Langit, Raja Patungau dan keturunanya diturunkan ke bumi bersama dengan Raja Bunu yang merupakan manusia pertama dibumi dalam mite Dayak Ngaju-Ot Danum dan ditempatkan di sebelah arah matahari terbenam, sebagian keturunannya yang diturunkan menjelma menjadi babi, yang bisa memberi petunjuk kepada manusia. 

Demikianlah benang merah cerita asal usul Babi menurut penuturan Dayak Iban dan Dayak Ngaju, bahwa babi diyakini adalah salah satu keturunan manusia kayangan. (TESTI/B-11)


TAGS:

Berita Terbaru