Aplikasi Pilbup (Pemilihan Bupati) Kab. Ketapang Pilkada Serentak 2020

IT Konsultan Terbaik Indonesia

Belum Optimalnya Harga TBS Turunkan Produktivitas Petani

  • Oleh Hermawan Dian Permana
  • 10 Juni 2022 - 23:41 WIB

BORNEONEWS, Palangka Raya - Kebijakan pemerintah untuk membuka keran ekspor CPO sawit dan turunannya ternyata masih menimbulkan masalah baru di masyarakat khususnya petani sawit.

Ketua Serikat Petani Kelapa Sawit (SPKS) Seruyan, Arif Mansur Rosyadi menyampaikan kebijakan pemerintah yang terkesan setengah hati terkait ekspor cukup berdampak.

Terutama berpengaruh pada menurunnya harga jual tandan buah segar (TBS) sawit, yang secara tidak langsung mempengaruhi produktivitas petani.

“Imbasnya bisa dilihat sekarang dimana harga TBS turun, hal ini tentu menyulitkan petani untuk menjangkau harga pupuk yang mahal, apalagi banyak beredar pupuk palsu,” ucapnya saat dihubungi melalui telepon, Jumat 10 Juni 2022.

“Kalau ini terus berlanjut maka produktivitas petani akan menurun. Jadi bisa dikatakan pemerintah hanya setengah hati mencabut larangan ekspor ini,” tambahnya.

Arif menilai kebijakan ekspor sawit dan turunannya perlu dievaluasi kembali oleh pemerintah. Pasalnya, pemerintah juga akan kesulitan memenuhi domestic market obligation (DMO) karena produktivitas petani sawit yang terus menurun.

“Kemudian karena adanya batasan atau ketentuan dalam ekspor tersebut, membuat CPO sawit tidak bisa leluasa diekspor ke luar negeri,” tuturnya.

Bahkan menurutnya pasca pencabutan larangan ekspor ini pun tidak memberikan efek positif bagi petani, bahkan pendapatan mereka pun cenderung menurun. (HERMAWAN DP/B-11)

Berita Terbaru