Aplikasi Pilbup (Pemilihan Bupati) Kab. Humbang Hasundutan Pilkada Serentak 2020

IT Konsultan Terbaik Indonesia

Ini Kata Polisi soal Bocah 7 Tahun Meninggal di Kolam Renang Wisata

  • Oleh Danang Ristiantoro
  • 23 Juni 2022 - 18:35 WIB

BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Polsek Kumai, jajaran Polres Kotawaringin Barat (Kobar), masih menyelidiki meninggalnya seorang bocah berusia 7 tahun, di kolam renang TWK Uning, Desa Sungai Kapitan, Kecamatan Kumai, Selasa, 21 Juni 2022.

Hal tersebut disampaikan Kapolsek Kumai Iptu Rahis Fadhlillah saat dikonfirmasi Borneonews terkait perkembangan kasus tersebut, serta siapakah yang akan bertanggung jawab.

"Saat ini sedang kami BAP, Nanti akan kita infokan perkembangannya," ucap Rahis singkat, Kamis, 23 Juni 2022.

Seperti diberitakan sebelumnya, peristiwa tersebut terjadi pada saat rombongan siswa, guru dan wali murid TK Islam Terpadu Permata, Kelurahan Kumai Hilir, melakukan acara perpisahan di tempat wisata tersebut.

Pada Pukul 11.12 WIB, setelah sesi foto bersama korban didampingi wali murid Hariyanto berenang di kolam yang dangkal.

Setelah korban berenang kurang lebih sekitar 15 menit. Kemudian pada pukul 11.30 WIB, wali murid mengajak korban untuk makan, namun korban menolak dan ingin bermain kembali bersama teman temannya di kolam renang tersebut.

Usai selesai makan siang, sambung Rahis, Hariyanto pun lantas mendatangi kembali lokasi kolam dangkal itu dengan maksud mengajak korban mengisi perut, tetapi saat dicari tidak menemukan keberadaan korban.

"Setelah wali murid selesai makan, berencana mencari korban untuk mengajak makan siang. Setelah mencari di seluruh kolam renang TWK Uning, korban tidak di temukan. Selanjutnya wali murid ini memberitahu kepada wali kelas TK Permata," tuturnya.

Laporan tersebut, kemudian diteruskan kepada pengelola wisata kolam renang TWK Uning. Melalui pengeras suara, mereka mengumumkan hilangnya korban.

Sekitar pukul 12.15 WIB, korban ditemukan oleh wali murid yang berenang di kolam renang dengan ukuran 150 meter. Selanjutnya, Hariyanto dan petugas kolam renang TWK Uning mengambil tindakan pertama pada korban, namun tindakan tersebut tidak ada hasil.

"Wali murid sempat membawa korban ke Puskesmas Kumai sekitar pukul 13.00 WIB. Setelah dilakukan pemeriksaan oleh pihak puskesmas menyatakan bahwa korban tidak bisa diselamatkan. Selanjutnya sekitar pukul14.00 WIB, korban dibawa pulang," pungkasnya. (DANANG/B-5)

Berita Terbaru