Aplikasi Pilbup (Pemilihan Bupati) Kab. Manggarai Pilkada Serentak 2020

IT Konsultan Terbaik Indonesia

Pengelolaan Sampah di Pulang Pisau Belum Maksimal

  • Oleh Asprianta
  • 24 Juni 2022 - 01:30 WIB

BORNEONEWS, Pulang Pisau - Pengelolaan sampah di Kabupaten Pulang Pisau dinilai belum maksimal. Selain rendahnya kesadaran masyarakat membuang sampah pada tempatnya, lambatnya dalam penanganan dan pengelolaan sampah pada Tempat Pembuangan Akhir (TPA) juga menjadi kendala.

Hal itu diakui Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Pulpis Juman, saat dibincangi rekan media, Kamis (23/06/2022).

"Metode penanganan dan pengelolaan sampah masih menggunakan cara lama yaitu dengan sistem gali dan dikubur. Untuk saat ini, cara pengolahan sampah di TPA masih belum tepat dengan cara tersebut perlu adanya kajian ulang meminimalisir biaya operasional yang dikeluarkan membeli tanah untuk mengubur sampah," ucap Juman.

Plt Kepala DLH Pulpis itu mengungkapkan belum lama ini Pemerintah Kabupaten (Pemkab) setempat telah menambah armada angkut sampah dalam rangka memaksimalkan pengelolaan sampah di Tempat Pembuangan Sampah (TPS).

Selain itu pihak DLH, beberapa waktu lalu telah melakukan koordinasi bersama organisasi perangkat daerah terkait seperti Dinas PUPR, Satpol PP, Kecamatan, Desa dan Kelurahan yang ada di Kecamatan Kahayan Hilir untuk memetakan potensi permasalahan persampahan termasuk pelaksanaan rencana tindak lanjut.

"Akhirnya didapatkan opsi dan alternatif solusinya diantaranya dengan lebih mengaktifkan peran kecamatan dan jajarannya sebagai fungsi pengawasan. Termasuk dalam proses jangka pendek untuk memudahkan pemindahan sampah rumah tangga ke TPS yang harus didesain ulang," katanya.

Terkait TPA, jelas Juman, tanah gambut tidak bisa digunakan untuk menutup sampah. Apalagi dengan cara membakar tidak dianjurkan dan perbolehkan. TPA bersifat jangka panjang dan permanen, berbeda dengan Tempat Pembuangan Sampah (TPS) yang jangka pendek, apabila ada pertambahan penduduk bisa berubah-ubah atau disesuaikan tempatnya.

Juman mengatakan, untuk luas tanah TPA yang di Kabupaten Pulang Pisau lokasinya hanya seluas enam hektar dan terbilang masih kecil. Meskipun dalam satu hari sampah yang terangkut belum mencapai sepuluh ton dan masih sangat ringan jika dibandingkan dengan daerah lain yang bisa mencapai lebih dari sepuluh ton perharinya.

"Penanganan dan pengelolaan TPA, perlu ada perhatian khusus dan bertahap sehingga sampah tidak menumpuk tinggi. Salah satu cara mengurangi resiko itu adalah harus adanya tempat mendaur ulang sampah bisa bekerjasama dengan pihak ketiga, seperti lembaga maupun masyarakat sekitar," jelasnya.

Menurutnya pengolahan sampah harus terpisah dan tidak bisa disatukan seperti sampah organik dan sampah plastik. Pemberdayaan manusia dalam mengolah sampah juga harus ikut terlibat, sehingga bisa menghasilkan ekonomi produktif untuk mendaur ulang sampah menjadi hasil yang bermanfaat.

"Dalam pengolahan sampah terbilang susah-susah mudah, namun tetap harus dilakukan. Untuk saat ini yang masih menjadi persoalan, mengenai fasilitas sarana dan prasarana yang belum memadai. Seperti kendaraan truk pengangkut dan alat berat excavator masih belum ada di TPA," tambahnya.

Berita Terbaru