Aplikasi Pilbup (Pemilihan Bupati) Kab. Rembang Pilkada Serentak 2020

IT Konsultan Terbaik Indonesia

Dewan Minta Pemda Maksimalkan Penggunaan Dana Transfer dari Pusat

  • Oleh Donny Damara
  • 28 Juni 2022 - 19:31 WIB

BORNEONEWS, Palangka Raya - Anggota DPRD Kalteng, Duwel Rawing meminta pemda bisa memaksimalkan penggunaan dana transfer anggaran dari pemerintah pusat untuk dikelola demi untuk memajukan daerah baik dari pembangunan infrastruktur, sumber daya manusia (SDM) dan lain sebagainya.

Sejauh ini APBD Kalteng masih bergantung dengan transfer anggaran dari pemerintah pusat. Dana yang masuk kedalam kas daerah lebih banyak dari pusat dibandingkan dana yang berasal dari pendapatan asli daerah (PAD).

"Dana transfer dari pusat biasanya dialokasikan untuk belanja pegawai. Ada yang dari DAK yang difungsikan untuk pembangunan infrastruktur atau peningkatan sektor lainnya seperti pendidikan dan kesehatan yang berasal dari DAU, dalam arti pembagiannya dalam sektor-sektor itu sudah ditentukan. Meski begitu diharapkan bisa lebih dimaksimalkan," ucapnya, Selasa, 28 Juni 2022.

PAD suatu provinsi bisa dikatakan besar apabila persentasenya diatas 25 persen, sedangkan rata-rata daerah di Indonesia masih dibawah 25 persen.

Juga suatu daerah bisa dikatakan mandiri apabila pendapatan daerah mampu mengimbangi bahkan melebihi nilai penerimaan atau transfer dari pusat.

"Jadi di sini tidak cuma Kalteng yang bergantung. Tapi seluruh daerah di Indonesia juga demikian, termasuk daerah yang memiliki nilai APBD yang cukup besar seperti DKI Jakarta dan Kaltim," jelasnya.

Dia menambahkan struktur pengelolaan transfer dana yang dilaksanakan oleh pemerintah pusat saat ini lebih dominan ke daerah yang memiliki penghasilan dibawah rata-rata, di mana hal tersebut bertujuan untuk menopang kebutuhan daerah setempat.

"Perubahan pola ini, agar nantinya pemerintah pusat bisa membagi transfer dana tersebut ke daerah yang pendapatannya dibawah rata-rata, supaya daerah bisa bertaha. Namun, daerah penghasil juga mendapatkan nilai persentase antara 20-30 persen, termasuk Kalteng sebagai salah satu daerah penghasil," tandasnya. (DONNY D/B-11)

Berita Terbaru