Aplikasi Pilbup (Pemilihan Bupati) Kab. Malinau Pilkada Serentak 2020

IT Konsultan Terbaik Indonesia

Harga TBS yang Ditetapkan Pemerintah Tidak Jalan

  • Oleh Naco
  • 30 Juni 2022 - 08:50 WIB

BORNEONEWS, Sampit - Anggota Komisi II DPRD Kotawaringin Timur (Kotim), Syahbana mengakui harga tandan buah segar (TBS) yang ditetapkan pemerintah tidak jalan.

Menurutnya kondisi demikian membuat petani sawit saat ini harus dibuat menjerit. Karena sudah berapa bulan ini harga jauh turun dari sebelumnya.

Harga TBS yang ditetapkan pemerintah seakan tidak ada fungsinya sehingga pabrik penerima buah kelapa sawit mematok rendah harga TBS petani.

"Kondisi ini tidak bisa didiamkan, harus ada tindak lanjut dan aksi nyata di. lapangan," kata Syahbana, Kamis, 30 Juni 2022.

Saat ini kata dia kondisi petani semakin terhimpit, harga pupuk tinggi sementara itu harga TBS rendah sehingga sangat tidak seimbang. 

"Kami mendorong agar  pemerintah bisa turun tangan karena ini urusan perut masyarakat. Tidak bisa kita serahkan sepenuhnya kepada mekanisme  pasar tanpa ada campur tangan pemerintah,” tukas Syahbana.

Syahbana menyebutkan hancurnya harga TBS masyarakat ini juga dikarenakan kondisi stok di sebagian pabrik masih melimpah khususnya untuk CPO. 

Namun, masyarakat tidak mau tahu dengan hal tersebut sebab yang penting TBS mereka bisa terjual dengan harga tinggi.

"Bisa di bayangkan saja dalam satu ton hanya menghasilkan Rp1,3 juta dari sebelumnya Rp3,6 juta, sedangkan harga pestisida, harga pupuk dan biaya perawatan lainnya  sangat tinggi dan tidak seimbang,” tegas Syahbana Politisi Partai Nasdem tersebut.

Selain itu juga Syahbana menyebutkan paling parah merasakan kondisi sata ini mereka yang masih menjadi petani pemula untuk sawit, belum menikmati sama sekali hasilnya sementara harga perawatan terus melambung tinggi.

Berita Terbaru