Aplikasi Pilbup (Pemilihan Bupati) Kab. OKU Timur Pilkada Serentak 2020

IT Konsultan Terbaik Indonesia

Begini Kondisi di Jalan Pelita Barat Sampit, 2 Hari Setelah Dibersihkan

  • Oleh Usay Nor Rahmad
  • 30 Juni 2022 - 22:31 WIB

BORNEONEWS, Sampit - Pascapembersihan oleh pihak Kecamatan Mentawa Baru Ketapang, dan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Kotawaringin Timur di Jalan Pelita Bara, yang dijadikan tempat pembuangan sampah liar oleh warga tampak sudah bersih.

Hanya saja belum ada spanduk atau papan larangan, sehingga masih rawan dijadikan tempat pembuangan sampah liar kembali. 

"Saya lewat tadi sudah bersih. Tampaknya dua hari setelah dibersihkan oknum pembuang sampah tidak lagi membuang sampah di lokasi itu," kata Sriwijaya, warga sekitar, Kamis, 30 Juni 2022. 

Menurut warga tinggal memasang spanduk atau papan larangan. Sehingga oknum masyarakat tak kembali membuang di tempat itu. 

Sementara itu, Lurah Mentawa Baru Hilir, Kecamatan Mentawa Baru Ketapang, Rita Purwanto mengatakan, pihaknya telah meminta warga sekitar untuk mengawasi aktivitas masyarakat. Apabila masih ada yang membuang sampah agar melaporkan ke pihaknya.

"Saya sudah tinggalkan nomor telepon kepada warga, kalau masih ada warga yang membuang silakan lapor ke kami," ucap Rita. 

Rita juga berharap kawasan tersebut tak lagi dijadikan tempat buang sampah liar. Warga juga diingatkan untuk membuang sampah ke depo.

Bila merasa keberatan disarankan berlangganan dengan petugas yang telah ditunjuk dengan biaya murah untuk mengangkut sampah ke depo. 

Seperti diketahui, masalah persampahan di kawasan ini nyaris saja menjadi permasalahan yang lebih serius. Pasalnya sejumlah warga sekitar mengamuk lantaran tumpukan sampah yang tak jauh dari tempat tinggalnya mengeluarkan aroma tidak sedap.

Parahnya lagi tak hanya limbah rumah tangga kawasan ini juga dijadikan tempat pembuangan bagi limbah usaha seperti bulu dan bangkai ayam. 

Pihak Kecamatan Mentawa Baru Ketapang bersama Dinas Lingkungan Hidup Kotawaringin Timur, telah mengatasi tumpukan sampah ini dengan mengerahkan alat berat. Diharapkan tak ada lagi warga yang buang sampah. Apalagi konflik warga hanya karena sampah. (USAY NOR RAHMAD/B-6)

Berita Terbaru