Aplikasi Pilwali (Pemilihan Walikota) Kota Pekalongan Pilkada Serentak 2020

IT Konsultan Terbaik Indonesia

Pengamat Sarankan Pengecilan Disparitas Harga BBM

  • Oleh Hermawan Dian Permana
  • 02 Juli 2022 - 02:00 WIB

BORNEONEWS, Palangka Raya - Pengamat kebijakan publik, Bhayu Rhama menilai, untuk dapat mengatasi kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi yang saat ini langka. Dapat dilakukan dengan mengecilkan disparitas atau selisih harga antara BBM bersubsidi dengan BBM non subsidi.

Bhayu mengatakan, kelangkaan BBM ini juga diindikasikan terjadi karena penggunaan BBM lebih cenderung dialihkan ke sektor industri, baik industri sumber daya alam, atau sejenisnya.

Menurut dia dengan masih tingginya disparitas harga, maka dapat menjadi peluang bagi oknum tertentu untuk melakukan permainan didalamnya.

“Kalau disparitasnya kecil, masyarakat jadi punya lebih banyak pilihan untuk membeli BBM. Kalau kondisi ini terus dipertahankan maka kelangkaan akan terus terjadi. Apalagi di Kalteng, BBM bersubsidi terindikasi banyak dialihkan ke industri,” katanya.

Seperti diketahui untuk saat ini harga bahan bakar jenis Pertalite Rp7.650, Pertamax Rp12.500, Pertamax Turbo Rp14.500, Dexlite Rp12.950, dan Pertamina DEX Rp13.700.

Pemerintah Kota Palangka Raya menerapkan kebijakan untuk melakukan pembatasan pembelian BBM bersubsidi sebesar Rp200 ribu untuk menjaga ketersediaan. (HERMAWAN DP/B-6)

Berita Terbaru