Aplikasi Pilbup (Pemilihan Bupati) Kab. Pesisir Barat Pilkada Serentak 2020

IT Konsultan Terbaik Indonesia

Perkara Pencurian Diselesaikan Melalui Keadilan Restoratif

  • Oleh Apriando
  • 01 Juli 2022 - 23:41 WIB

BORNEONEWS, Palangka Raya - Perkara tindak pidana pencurian dengan Tersangka JS yang disangka  melanggar Pasal 362 KUHP dan dari Kejaksaan Negeri Barito Selatan dihentikan berdasarkan keadilan restoratif.

Kepala Kejaksaan Tinggi Kalteng, Iman Wijaya melalui Kasi Penkum Dodik Mahendra mengatakan penghentian penuntutan tersebut berdasarkan keadilan restoratif tersebut diberikan dengan pertimbangan. Tersangka baru pertama kali melakukan tindak pidana.

"Memenuhi kerangka pikir keadilan restoratif antara lain dengan memperhatikan/mempertimbangkan keadaan, kepentingan korban dan kepentingan hukum lain yang dilindungi dimana pada tahap Penyidikan saksi korban telah memaafkan dan melakukan perdamaian dengan tersangka," Katanya sebagaimana dikutip dalam rilis yang diterima. Jumat 1 Juli 2022

Dodik menerangkan tersangka melanggar Pasal 362 KUHP dengan ancaman pidana penjara paling lama 5 tahun atau tidak lebih dari 5 tahun.

Nilai barang bukti atau nilai kerugian yang ditimbulkan akibat tindak pidana yang dilakukan oleh tersangka tidak lebih dari Rp 2.500.000.

Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Umum melalui Direktur Tindak Pidana Terhadap Orang dan Harta Benda (Oharda) pada Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Umum Agnes Triyanti menyetujui Permohonan Penghentian Penuntutan Berdasarkan Keadilan Restoratif.

Ekspose secara virtual yang dihadiri Direktur Tindak Pidana Terhadap Orang dan Harta Benda (Oharda) pada Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Umum Agnes Triyanti, Kepala Kejaksaan Tinggi Kalimantan Tengah Imam Wijaya, Wakil Kepala Kejaksaan Tinggi Kalimantan Tengah Dr. Siswanto, Aspidum, Kajari Barito Selatan.

Adapun kronologis tindak pidana pencurian yang dilakukan oleh tersangka JS, 23 April 2022 sekitar pukul 07.00 WIB tersangka berangkat dari rumah menuju ke sebuah pondok yang beralamat di Jalan Usaha Tani Makmur ( Rubang ) Kelurahan Buntok Kota Kecamatan Dusun Selatan Kabupaten Barito SelatanProvinsi Kalimantan Tengah dengan tujuan untuk membantu orangtua tersangka memanen padi.

Saat sampai di pondok tersangka melihat sebuah tas, tanpa tersangka ketahui siapa pemiliknya. Tersangka mengambil sebuah Kartu ATM BRI beserta kertas lipatan yang bertuliskan nomor PIN dan menyimpannya di dalam dompet milik tersangka.

Pada 24 April 2022  tersangka langsung melakukan transaksi penarikan uang dari kartu ATM BRI sejumlah Rp.500.000 lalu kartu tersebut dibuang. Uangnya dipergunakan untuk  membeli sebuah Shock sepeda motor. (APRIANDO/B-6)

Berita Terbaru