Aplikasi Pilbup (Pemilihan Bupati) Kab. Solok Selatan Pilkada Serentak 2020

IT Konsultan Terbaik Indonesia

Pemantauan Ternak Bebas PMK Jalur Darat Sulit

  • Oleh Testi Priscilla
  • 07 Juli 2022 - 00:00 WIB

BORNEONEWS, Palangka Raya - Pengadaan ternak, terutama untuk kebutuhan kurban melalui jalur darat diakui lebih sulit dibandingkan yang didatangkan dari luar Pulau Kalimantan.

"Teman-teman di lapangan itu kesulitan dalam hal memantau ternak yang didatangkan lewat jalur darat ke Palangka Raya, karena kan tidak ada yang bisa menjaga di jalanan 24 jam untuk mengecek lalu lintas ternak," kata Kepala UPT Pusat Kesehatan Hewan atau Puskeswan Kota Palangka Raya, drh Eko Hari Yuwono, Rabu 6 Juli 2022.

Sementara jika didatangkan dari luar Kalimantan seperti Sulawesi atau Pulau Jawa, maka akan lebih terkontrol lantaran ada masa inkubasi oleh tim di kesehatan pelabuhan.

"Kalau yang dari darat misalnya dari Kalimantan Selatan, Pelaihari itu atau yang sesama Kalteng seperti Kabupaten Pulang Pisau di Pangkoh dan Mantaren, itu pengawasannya lebih sulit. Kalau dari luar pulau kan kita tahu ternak ini sudah diisolasi selama 14 hari, dan sebagainya," jelasnya lagi.

Ketua Perhimpunan Dokter Hewan Indonesia atau PDHI Provinsi Kalimantan Tengah ini menjelaskan bahwa saat ini dengan segala keterbatasan jumlah vaksin yang ada, pihaknya dalam Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan mengutamakan pemberian vaksin PMK kepada sapi-sapi betina.

"Kalau yang jantan kan asal kita lihat sehat dan tidak ada tanda-tanda tertular PMK maka tidak kita vaksin, karena sapi jantan juga akan dipotong di momen idul adha ini. Makanya yang kita utamakan adalah sapi produktif, sapi betina yang bisa melahirkan anak-anaknya nanti untuk keberlangsungan sektor peternakan kita. Ini bukan karena kita mengutamakan sapi betina atau tidak, melainkan karena memang kita mengalami keterbatasan pada vaksin sehingga harus melakukan pengutamaan," tandasnya. (TESTI PRISCILLA/B-11)


TAGS:

Berita Terbaru