Aplikasi Pilwali (Pemilihan Walikota) Kota Pasuruan Pilkada Serentak 2024

IT Konsultan Terbaik Indonesia

Begini Kata Sekda Kapuas Terkait Percepatan Penanganan Stunting Tingkat Nasional

  • Oleh Dodi Rizkiansyah
  • 20 Juli 2022 - 13:10 WIB

BORNEONEWS, Kuala Kapuas - Sosialisasi percepatan penurunan stunting tingkat nasional telah digelar di Aula Bappeda Kapuas. Dalam kegiatan itu, Sekretaris daerah (Sekda) Kapuas Septedy mengatakan, sosialisasi tersebut merupakan momentum yang tepat untuk menindaklanjuti arahan Presiden RI tentang target penurunan stunting menjadi 14 persen dan target penurunan stunting di Kabupaten Kapuas 14.29 persen pada tahun 2024.

“Dengan menggerakkan seluruh instansi perangkat daerah yang tugas fungsinya terkait dengan permasalahan stunting untuk bekerja sama dengan Perwakilan BKKBN Provinsi Kalteng dalam melakukan akselerasi program dan upaya yang inovatif," kata Septedy.

Dia berharap, itu juga dapat membangun komitmen bersama agar mencapai sasaran dan target program kerja nasional, khususnya upaya percepatan penurunan angka stunting di Kabupaten Kapuas.

Sementara itu, Plt Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Kalteng Muhammad Fitriyanto Leksono menyampaikan, salah satu startegi pencegahan stunting adalah meningkat kualitas pengasuhan pada 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK), karena masa tersebut merupakan Golden Age Periode dalam pertumbuhan dan perkebangan anak.

“Percepatan penurunan stunting memerlukan komitmen yang kuat dari kita semua. Tidak hanya di tingkat provinsi, upaya advokasi pemerintah daerah juga harus optimal karena masa depan kita tergantung pada aksi dan langkah kolaboratif yang kita lakukan sekarang. Kita harus optimis namun tidak boleh lengah karena anak-anak bangsa adalah bagian dari masa kini dan masa depan,” ucap Fitriyanto.

Hadir dalam acara tersebut selaku pembicara adalah Anggota DPR RI Komisi IX H Alifudin. Selain itu, ada juga Kepala Dinas Sosial Kabupaten Kapuas Budi Kurniawan, tokoh masyarakat Kabupaten Kapuas dan lainnya. (DODI RIZKIANSYAH/B-7)

Berita Terbaru