Aplikasi Pilbup (Pemilihan Bupati) Kab. Lampung Selatan Pilkada Serentak 2020

IT Konsultan Terbaik Indonesia

Mahfud: Pemerintah Apresiasi Masukan Publik soal Kasus Brigadir J

  • Oleh ANTARA
  • 10 Agustus 2022 - 11:41 WIB

BORNEONEWS, Jakarta - Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan, Mahfud MD, menyatakan, pemerintah mengapresiasi berbagai masukan dan dukungan dari publik terkait pengusutan kasus kematian Brigadir J oleh Kepolisian Indonesia beserta tim dan inspektorat khusus.

“Kepada masyarakat, pemerintah memberikan apresiasi atas berbagai masukan dan dukungan,” kata dia, dalam konferensi pers di Jakarta, Selasa, sebagaimana dipantau melalui kanal YouTube Kemenko Politik, Hukum, dan Keamanan dari Jakarta, Selasa malam 9 Agustus 2022.

Selanjutnya dia menyampaikan pemerintah berharap dan mengajak masyarakat Indonesia dari berbagai elemen, terutama pihak-pihak di media massa, agar dapat terus memantau dan mengawasi kasus ini sampai tuntas.

“Pemerintah berharap agar publik, baik itu akademisi, LSM, masyarakat sipil, tokoh masyarakat, purnawirawan, dan terutama media massa agar terus memantau dan mengawasi kasus ini hingga nanti pengadilan memutuskan perkara ini. Mari, bersama saya, kawal kasus ini agar negara ini berjalan menjadi lebih baik dan lebih baik,” kata dia.

Sebelumnya dia menyampaikan apresiasi kepada Kepolisian Indonesia, khususnya Kepala Kepolisian Indonesia, Jenderal Polisi Listyo S Prabowo, yang serius mengusut kasus tewasnya Brigadir J.

Dengan keseriusan itu, lanjut dia, Kepolisian Indonesia saat ini telah menetapkan Inspektur Jenderal Polisi Ferdy Sambo sebagai tersangka dalam kasus kematian Brigadir Yosua Hutabarat atau Brigadir J karena ditembak itu.

Ia mengibaratkan pengusutan kasus kematian Brigadir J dapat diibaratkan penanganan terhadap ibu yang hendak melahirkan, namun mengalami kesulitan sehingga tim dokter terpaksa melakukan operasi sesar.

Melalui penggambaran itu, Mahfud menilai Prabowo beserta Tim Khusus dan Inspektorat Khusus telah berhasil mengeluarkan bayi, yang dalam hal ini adalah Sambo.

“Kasus ini memang agak khusus, seperti kasus orang menangani orang hamil yang mau melahirkan, tapi sulit melahirkan sehingga terpaksa dilakukan operasi sesar. Operasi sesarnya agak lama, kontraksinya terjadi terus. Malam ini, Kapolri berhasil mengeluarkan bayinya, dalam kasus ini, yaitu Ferdy Sambo sebagai tersangka dalam kasus penyusunan skenario dan memerintahkan pembunuhan, mungkin juga berencana,” jelas dia.

ANTARA

Berita Terbaru