Aplikasi Pilwali (Pemilihan Walikota) Kota Bitung Pilkada Serentak 2020

IT Konsultan Terbaik Indonesia

77 Tahun Kemerdekaan, Miris Warga Kotim Melahirkan Tanpa Bidan

  • Oleh Noor Annisa
  • 18 Agustus 2022 - 15:00 WIB

BORNEONEWS, Sampit - Sangat miris nasib seorang ibu yang melahirkan pada Rabu 17 Agustus 2022 di Kota Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur. Bertepatan dengan hari kemerdekaan itu dia melahirkan seorang bayi tanpa bantuan tenaga ahli dokter atau bidan. 

Ketua RT 45 Pelita Barat, Damri Amry menuturtkan ada warganya yang melahirkan seorang bayi bertepatan dengan Hari Ulang Tahun Republik Indonesia (HUT RI) yang ke 77.

Dia berharap agar warganya tersebut tersentuh bantuan oleh pemerintah karena melihat kondisi keluarganya yang memprihatinkan.

"Iya ada warga saya yang melahirkan 17 Agustus kemarin, saya berharap ada perhatian dari pemerintah,"sebut Damri, Kamis, 18 Agustus 2022.

Saat dikunjungi Borneonews, Incin Sumarny mengaku melahirkan seorang anak laki-laki sekitar pukul 08.00 WIB yang mana proses persalinannya hanya dibantu oleh ibunya sendiri bernama Ernawati."

"Lahir pukul08.00 WIB kemarin pas hujan,"kata Incin. Ernawati bukan seorang dukun beranak, karena keadaan dirinya terpaksa menjadi dukun beranak dadakan untuk membantu persalinan anaknya sendiri.

Selain tidak mempunyai biaya, Erna berujar kondisi saat itu sedang hujan deras. "Mau gimana ongkosnya gak ada dan hujannya deras sekali jadi susah," ujar Ernawati.

Ernawati mengaku tidak punya pilihan selain meyakinkan diri dan anaknya Incin. Dengan bantuan seorang saudara yang kebetulan datang menjenguk, Ernawati bersyukur bisa membantu persalinan anaknya dengan selamat."Ari-arinya sempat tertahan tapi alhamdulillah bisa keluar," jelasnya.

Suami Incin, Sadikin hanya seorang buruh lepas yang penghasilannya tidak menentu sehingga membuat keadaan keluarga ini cukup memprihatinkan.

Keterbatasan pemahaman mereka juga membuat keluarga ini kesulitan untuk berobat atau memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan.

Incin mengungkapkan, yang ia dengar kalau memeriksakan diri ke puskesmas itu harus memiliki kartu vaksin covid-19, sedangkan keluarga Incin tidak ada satupun yang sudah divaksin.

"Kemarin ada tetangga mau periksa ke Puskesmas nggak boleh, disuruh pulang lagi karena belum vaksin, jangankan melahirkan, periksa aja nggak boleh," ujar Incin.

Sadikin yang sadar akan keterbatasan keuangan keluarganya mengaku sudah pernah berusaha ingin mendaftarkan diri sebagai anggota BPJS gratis.

Namun menurut Sadikin berkas yang sudah ia siapkan tidak bisa diproses karena pihak Dinas terkait mengatakan bahwa kuotanya sudah penuh. Hal seperti itu membuat keluarga Sadikin hanya bisa pasrah.

Bayi yang baru lahir ini merupakan anak ke 6 Sadikin dan Incin. Sebelumnya Incin sudah mempunyai 5 orang anak. Di rumah Sadikin ada 11 orang penghuni, Sadikin dan istri, keenam anaknya, satu orang keponakan Incin dan Ernawati yang merupakan seorang janda.

Bayi laki-laki anak dari Sadikin dan Incin setelah lahir tidak diketahui berat badannya karena belum ditimbang, diukur bahkan tidak diimunisasi. Pihak keluarga berharap bayi itu tetap sehat walaupun tidak mendapat pelayanan kesehatan dari tenaga medis. (NOOR ANNISA/B-6)

Berita Terbaru