Aplikasi Pilbup (Pemilihan Bupati) Kab. Tana Toraja Pilkada Serentak 2024

IT Konsultan Terbaik Indonesia

GPPI Kotim Tegaskan Komitmen Bantu Perbaikan Jalan Lingkar Selatan

  • Oleh Muhammad Hamim
  • 02 September 2022 - 14:41 WIB

BORNEONEWS, Sampit - Gabungan Perusahaan Perkebunan Indonesia (GPPI) Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), menegaskan komitmen mereka dalam membantu perbaikan Jalan Mohammad Hatta atau Lingkar Selatan, Kecamatan Mentawa Baru Ketapang, Sampit. 

Langkah tersebut mereka lakukan sebagai wujud keseriusan perusahaan perkebunan kelapa sawit anggota GPPI membantu pembangunan daerah. 

"Komitmen kami untuk membantu perbaikan jalan lingkar selatan telah disepakati bersama. Seluruh perusahaan yang tergabung dalam GPPI berupaya memenuhi komitmen tersebut, guna memberikan bantuan perbaikan jalan tersebut," Ketua GPPI Kotim Siswanto, Jumat, 2 September 2022.

Dirinya melanjutkan bahwa GPPI Kotim siap bermitra dengan pemerintah daerah. Sehingga, diharapkan adanya isu yang menyatakan bahwa GPPI tidak mendukung pemerintah tersebut bisa dihilangkan. GPPI juga siap berkomitmen untuk bersama memajukan daerah, baik itu di wilayah Kotim maupun Kalimantan Tengah (Kalteng) pada umumnya. 

Siswanto menanggapi sorotan terkait adanya sebagian perusahaan perkebunan kelapa sawit yang belum menyetor dana bantuan perbaikan Jalan Lingkar Selatan. Dia menegaskan bahwa itu hanya sebagian kecil, sedangkan sebagian besar sudah menyetor bantuan tersebut. 

Informasi sementara yang diterimanya, dari 55 perusahaan sawit yang berkomitmen membantu, tersisa sekitar 14 perusahaan yang belum menyetor. Namun, dirinya yakin setiap perusahaan akan menepati janji menyetor bantuan tersebut. 

Pihaknya saat ini juga terus mendorong seluruh perusahaan yang tergabung dalam organisasi yang dipimpinnya tersebut, untuk segera melaksanakan komitmen yang telah disetujui bersama terkait penanganan Jalan Lingkar Selatan Kota Sampit.

Sesuai kesepakatan, perusahaan perkebunan kelapa sawit yang ada di wilayah Kotim, Seruyan dan Katingan diminta melakukan konsorsium sebesar 75% dari biaya penanganan jalan tersebut. Yakni, sekitar Rp3 miliar dari total sekitar Rp4,7 miliar kebutuhan biaya perbaikan. 

Berita Terbaru