Aplikasi Pilwali (Pemilihan Walikota) Kota Samarinda Pilkada Serentak 2024

IT Konsultan Terbaik Indonesia

UPT-KPHP Mentaya Tengah Seruyan Hilir Berikan Pelatihan Pengelolaan Kawasan Sekitar Hutan

  • Oleh Muhammad Hamim
  • 08 September 2022 - 23:50 WIB

BORNEONEWS, Sampit - Dinas Kehutanan Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) melalui UPT-KPHP Mentaya Tengah Seruyan Hilir, menggelar pelatihan dan pemberdayaan masyarakat di sekitar hutan yang berada di Desa Ganepo, Kecamatan Seranau, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim). 

Bentuk pelatihan yang diberikan yakni pembuatan briket arang, pembuatan kompos dan pembudidayaan lebah madu klulut. Hal tersebut dilakukan agar bisa menjadi bekal masyarakat sekitar hutan untuk meningkatkan penghasilan mereka. 

"Ini langkah kami bersama dalam menggali dan berbagi pengetahuan tentang sumber usaha yang dapat dikembangkan oleh masyarakat di sekitar hutan," ujar Kepala UPT KPHP Mentaya Tengah Seruyan Hilir, Abdurrahman Hakim. 

Dirinya menjelaskan bahwa kegiatan tersebut juga sebagai langkah untuk menggali sumber-sumber usaha yang dapat dimanfaatkan dan berpotensi di dalam serta di sekitar hutan. 

Sehingga, kedepannya bisa meningkatkan produktifitas, efesiensi usaha, pendapatan, kesejahteraan, serta yang paling utama adalah keterlibatan masyarakat dalam pelestarian fungsi lingkungan hidup.

"Masyarakat merupakan pelaku utama dalam program pengelolaan hutan. Hal tersebutlah yang menjadi tujuan utama kami dalam pelatihan ini," kata Abdurrahman. 

Dirinya juga menyebutkan bahwa kawasan hutan sangatlah penting bagi masyarakat dalam memenuhi kebutuhan dan kehidupan. Optimalisasi pembangunan hutan dan kehutanan yang merujuk pada pelaksanaan kegiatan di tingkat Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH), merupakan salah satu komitmen pemerintah dan tentunya memerlukan dukungan para pihak. 

Hal ini dilakukan agar pengelolaan kawasan hutan dengan mempertimbangkan azas manfaat lestari, kerakyatan, keadilan, kebersamaan, keterbukaan dan keterpaduan dapat terwujud.

"Kalau bukan kita, siapa lagi dan itu bisa dimanfaatkan, asalkan dengan benar tanpa harus merusak ekosistemnya," terang Abdurrahman. 

Sementara itu, Kepala Desa Ganepo Agus Sutrisno sangat mengapresiasi kegiatan tersebut. "Tentu kegiatan ini sangat positif, karena ujungnya akan berdampak baik terhadap kesejahteraan masyarakat di desa kami," kata Agus. 

Kegiatan itu digelar di Kantor Desa Ganepo. Para pesertanya merupakan masyarakat dan juga kelompok tani hutan di sekitar kawasan tersebut. 

Adapun narasumber untuk pembuatan briket arang disampaikan oleh Novilianto Panca Bakti dari Manggala Agni Daops Pangkalan Bun, pembuatan kompos Junaedi yang juga dari Manggala Agnu Daops Pangkalan Bun, sedangkan budi daya lebah madu kelulut yakni Adie Heryawan dan KPHP Mentaya Hilir Seruyan Hilir. (MUHAMMAD HAMIM/B-7)

Berita Terbaru