Aplikasi Pilwali (Pemilihan Walikota) Kota Sungai Penuh Pilkada Serentak 2020

IT Konsultan Terbaik Indonesia

Bupati Gunung Mas Tegas Tutup Sementara Operasional PT. BMB karena Ini

  • Oleh Riska Yulyana
  • 16 September 2022 - 16:50 WIB

BORNEONEWS, Kuala Kurun - Bupati Gunung Mas Jaya S Monong dengan tegas menutup sementara operasional perusahaan besar swasta (PBS) kelapa sawit tepatnya PT. Berkala Maju Bersama (BMB) site Manuhing yang ada di Kecamatan Manuhing. 

"Saya menutup sementara operasional PT. BMB ini karena mereka belum memenuhi kewajiban untuk membangun kebun plasma minimal 20 persen dari kebun inti untuk masyarakat sekitar," ujarnya, Jumat 16 September 2022.

"Tetapi kalau terlalu lama, kami akan merapatkan di tim di Kabupaten Gunung Mas dan PT BMB tidak juga memenuhi kewajibannya, maka izin perkebunan dan izin pabrik saya cabut," tegas bupati 

Dikatakannya, rencananya penutupan operasional PT. BMB ini akan dilaksanakan hingga mereka bisa memenuhi kewajiban terkait pemenuhan minimal 20 persen kebun plasma untuk masyarakat. "Kalau mereka cepat memenuhi kewajibannya makan akan semakin cepat pula mereka kembali beroperasi," terang Jaya. 

Pihaknya sudah memerintahkan petugas satpol PP untuk berjaga di area PT. BMB agar perusahaan tersebut tidak beroperasi hingga kewajiban mereka terpenuhi. Jika PBS itu bandel dan nekat untuk beroperasi, Jaya mengambil langkah tegas akan langsung mencabut izinnya.

Sikap Bupati Gunung Mas tersebut diambil setelah melakukan pertemuan antara Pemerintah Daerah yang dipimpin langsung Bupati Gumas dengan Tim Manajemen PT BMB wilayah Manuhing, di mana terungkap  PT BMB Manuhing berdasarkan izin lokasi yang diterbitkan sejak tahun 2011 lalu sebesar 2.138 Hektar, HGU 1.685,11 Hektar dan luas yang sudah tanam 1.129,5 Hektar.

Namun hingga tahun 2022,  anak perusahaan CBIP Group dari Malaysia tersebut belum juga memenuhi kewajibannya membangun kebun plasma 20 persen.

Selain itu, dalam pertemuan tersebut juga terungkap berbagai persoalan yang belum diselesaikan oleh PT BMB dengan kelompok petani mandiri yang tergabung dalam koperasi mitra PT BMB.

Sementara itu, Chief Financial Officer ( CFO)  PT BMB, Thomson Siagian kepada awak media menyatakan pihaknya akan berupaya menyelesaikan masalah tersebut secapatnya. 

Berita Terbaru