Aplikasi Pilbup (Pemilihan Bupati) Kab. Kepulauan Aru Pilkada Serentak 2024

IT Konsultan Terbaik Indonesia

Kadinkes Kotim Sebut Penderita TB Memiliki Indikasi HIV/AIDS

  • Oleh Noor Annisa
  • 28 September 2022 - 11:31 WIB

BORNEONEWS, Sampit - Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kotawaringin Timur, Umar Kaderi menyebut, penderita HIV/AIDS dengan menurunnya kekebalan tubuh sehingga rentan diserang berbagai macam penyakit diantaranya tuberkulosis (TB).

Menurut laporan tes HIV/AIDS dan konseling atas inisiasi petugas kesehatan (TPIK) Kotim sejak awal tahun 2022 hingga saat ini sebanyak 109 penderita TB menjalani pemeriksaan HIV/AIDS dan 10 orang dinyatakan positif.

"Penyakit yang merupakan IO HIV/AIDS biasanya apabila sulit disembuhkan akan langsung dilakukan pemeriksaan HIV/AIDS, karena kalau positif maka tidak akan sembuh harus minum antiretroviral (ARV)," katanya, Rabu, 28 September 2022.

Lanjutnya, komplikasi HIV/AIDS yang terkait kemunculan berbagai infeksi lain dikenal dengan sebutan infeksi oportunistik (IO) diantaranya TB, diare, kandidiasis, dermatitis, PCP, wasting syndrome, dan IMS.

"Penderita HIV/AIDS dengan IO ini harus melakukan pengobatan rutin atau rawat jalan dan biayanya tidak murah," imbuhnya.

Dia mengungkapkan selama ini penderita HIV/AIDS yang datang memeriksakan diri justru sudah memiliki IO atau kondisi yang bisa dikatakan terlambat.

Didukung oleh data yang dihimpun Dinkes Kotim dimana jumlah penderita AIDS disebut sebanyak 21 orang dari 34 orang yang terinfeksi HIV/AIDS.

Untuk itu juga pihaknya melakukan mobile dalam melakukan skrining atau pemeriksaan kepada populasi kunci yang dianggap berisiko tertular HIV/AIDS. Di antara populasi kunci ini disebutkannya wanita pekerja seks (WPS), lelaki seks dengan lelaki (LSL), pelanggan WPS dan pasangan resiko tinggi misalnya ibu rumah tangga (IRT).

"Kami biasanya mendatangi titik-titik hotspot WPS ini, atau mereka LSL lagi kumpul dimana kami datangi, selebihnya ada juga yang datang secara sukarela untuk skrining," katanya.

Saat ini untuk melakukan skrining HIV/AIDS bisa dilakukan diseluruh Puskesmas dan rumah sakit yang ada di Kotim, namun untuk perawatan, dukungan dan pengobatan (PDP) hanya bisa dilakukan di RS Murjani Sampit.

"Sebagai upaya pemerintah dalam menekan upaya penyebaran virus HIV/AIDS, ke depan kami usulkan untuk Puskesmas dan RS Pratama Parenggean sebagai klinik PDP," pungkasnya. (NOOR ANNISA/B-6)

Berita Terbaru