Aplikasi Pilbup (Pemilihan Bupati) Kab. Sumba Barat Pilkada Serentak 2024

IT Konsultan Terbaik Indonesia

Menggunakan Media Belajar Rumah Apung untuk Kenalkan Budaya Lokal dengan pendekatan STEAM pada Anak Usia Dini

  • Oleh Penulis Opini
  • 28 September 2022 - 12:11 WIB

KATA 'budaya' berasal dari bahasa Sanskerta yaitu “Buddhayah”, Buddhi yang artinya akal dan dayah adalah daya dari budi. Bentuk lain dari budaya adalah kultur atau yang biasa disebut dengan culture dalam bahasa inggris. Jadi budaya adalah suatu cara hidup yang berkembang yang dimiliki oleh banyak orang yang bersangkutan dengan akal. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia budaya artinya pikiran, akal, budi, hasil, adat istiadat atau sesuatu yang sudah menjadi kebiasaan yang sukar diubah.

Dalam implementasi kurikulum merdeka, budaya lokal/daerah mendapat ruang untuk dikembangkan menjadi muatan lokal yang dapat ditambahkan pada kurikulum operasional satuan pendidikan. Hal ini tentu akan semakin mendorong kebudayaan setiap daerah yang memiliki keunikan dan kekhasannya masing-masing, untuk semakin terangkat keunggulannya, dan memupuk rasa cinta dan bangga peserta didik pada budaya bangsanya.

Karena banyak generasi bangsa kini, tidak lagi mengenal budaya bangsanya sendiri. Perkembangan jaman yang begitu pesat membuat banyak generasi lebih mengenal dengan budaya asing. Padahal ada banyak sekali budaya daerah Indonesia yang patut dibanggakan dan dikembangkan, untuk menjadi sebuah karya dan sumber belajar yang luar biasa.

Pesatnya ilmu pengetahuan dan teknologi di abad 21 akan memberikan konsekuensi pada besarnya tantangan yang berbeda dari yang pernah dihadapi sebelumnya. Keterampilan abad 21 menjadi topik yang cukup ramai diperbincangkan. Lembaga pendidikan ditantang untuk menemukan cara dalam rangka memungkinkan peserta didik sukses melalui penguasaan keterampilan berpikir kreatif, pemecahan masalah yang fleksibel, berkolaborasi dan berinovasi.

Pada pembelajaran abad 21, Pendidikan perlu mempersiapkan generasi abad 21 dengan tiga subjek utama dalam pembelajaran, yaitu : (1) keterampilan belajar dan berinovasi; (2) Informasi, media, dan teknologi; dan (3) Keterampilan hidup dan berkarir.

Keterampilan berpikir yang harus dikuasai peserta didik dalam pendidikan pada abad 21 adalah berpikir kreatif, kritis, pemecahan masalah, dan pengambilan keputusan. Salah satu model pembelajaran abad 21 yang terkait dengan pengembangan soft skills adalah model pembelajaran STEAM (Sains, Technology, Engineering, Art, and Mathematic). STEAM adalah sebuah pendekatan pembelajaran interdisiplin yang memadukan antara pengetahuan (science), teknologi (technology), teknik (engineering), seni (art), dan matematika (mathematics).

Salah satu upaya yang dapat dikembangkan agar pembelajaran tetap dapat mengikuti pesatnya perkembangan jaman, tanpa meninggalkan warisan budaya lama adalah dengan mengangkat budaya lokal tersebut dengan pembelajaran yang inovatif, salah satunya dengan menggunakan pendekatan belajar STEAM tersebut.

Melalui hal tersebut, tergagaslah ide untuk membuat sebuah proyek pembelajaran dengan mengangkat rumah apung sebagai salah satu rumah tradisional di Kalimantan sebagai media pembelajaran.

Rumah apung ini sendiri dapat ditemukan di beberapa bagian wilayah Kalimantan lainnya seperti Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Kalimantan Barat, dll. Adapun penamaan rumah Apung sendiri lebih lekat dari daerah Pangkalan Bun, Kalimantan Tengah, atau rumah lanting di Kalimantan Selatan atau Kalimantan Barat.

Dalam hal ini guru mencoba Menyusun kegiatan dengan pendekatan STEAM sebagai berikut :

  1. Science yang ditransferkan pada materi terapung dan tenggelam, dan kegiatan uji coba miniature rumah apung
  2. Technology yang diaplikasikan pada penggunaan teknologi sederhana, yakni gunting
  3. Engineering yang diaplikasikan pada pembuatan rakit/lanting sebagai pondaasi miniatur rumah apung
  4. Art yang ditampilkan pada estetika pembuatan miniatur rumah apung
  5. Mathematics yang di transferkan pada berat ringannya sebuah benda pada pembuatan miniatur rumah apung.

Adapun langkah dalam kegiatan pembelajaran ini adalah sebagai berikut :

  1. Peserta didik menyimak materi dengan menggunakan media video, untuk melihat secara langsung bentuk dan keberdaan rumah apung di wilayah sekitar sungai arut, Pangkalan Bun, Kalimantan Tengah
  2. Peserta didik mendiskusikan perihal rumah apung tersebut, mulai dari pertanyanyaan, kenapa bisa terapung Bagaimana caranya berpindah tempat Kenapa bisa ditarik dengan menggunakan perahu, dan lain sebagainya.
  3. Peserta didik mendiskusikan untuk membuat miniatur rumah apung yang bisa diperagakan oleh peserta didik
  4. Peserta didik mengumpulkan dan mengidentifkasi bahan yang bisa digunakan dalam membuat rumah apung.
  5. Peserta didik memulai proyek dengan membuat miniatur rumah dari potongan pola yang sudah disiapkan pada LKPD
  6. Peserta didik mulai membuat fondasi/bagian lantai rumah yang bisa terapung
  7. Peserta didik mencobakan hasil karyanya, yakni berupa miniatur rumah apung untuk dimainkan bersama-sama.
  8. Peserta didik menyimpulkan dan mengevaluasi hasil proyeknya bersama-sama.

Dari hasil kegiatan ini tampak beberapa dampak berdasarkan dari hasil penilaian dan observasi guru yakni :

  1. Peserta didik menjadi antusias dalam kegiatan pembelajaran, yang ditunjukkan dengan aktif bertanya dan berusaha mengerjakan kegiatan hingga selesai.
  2. Peserta didik mampu berpikir kritis yang ditunjukkan dengan mengajukan pertanyaan-pertanyaan mendasar pada materi,
  3. Peserta didik mampu berkolaborasi dengan baik yang ditunjukkan dengan saling memberikan tawaran solusi terhadap kesulitan yang dihadapi peserta didik
  4. Peserta didik mampu berpikir kreatif yang ditunjukkan dengan memvariasikan penggunaan bahan dalam pembuatan rumah apung.
  5. Peserta didik terasah kemampuan berkomunikasinya yang ditunjukkan dengan menyimpulkan hasil karyanya pada akhir kegiatan dan menyampaikan gagasan-gagasannya pada saat diskusi.

Oleh: Fenny Oktapriyani, S.Pd

Guru TKN Pembina Arut Selatan


TAGS:

Berita Terbaru