Aplikasi Pilwali (Pemilihan Walikota) Kota Tomohon Pilkada Serentak 2024

IT Konsultan Terbaik Indonesia

Anggota Komisi VII DPR RI Serap Aspirasi Masyarakat di Barito Timur

  • Oleh Agustinus Bole Malo
  • 06 Oktober 2022 - 23:59 WIB

BORNEONEWS, Tamiang Layang - Anggota Komisi VII DPR RI Willy M Yoseph melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Barito Timur, Kamis, 6 Oktober 2022. Dalam kunjungan tersebut, wakil rakyat dari Fraksi PDI Perjuangan Dapil Kalteng ini mengadakan pertemuan dengan pemerintah daerah, DPRD, Forkopimda, BUMN perwakilan perusahaan swasta maupun tokoh masyarakat di ruang rapat paripurna DPRD Barito Timur.

Pertemuan yang dimulai pukul 10.00 WIB hingga pukul 14.00 WIB itu diisi dengan pemaparan dari Willy M Yoseph terkait tugas DPR RI secara umum maupun masing-masing komisi di DPR. Kemudian dilanjutkan dengan sesi tanya jawab atau penyampaian usulan dari anggota DPRD maupun, pemerintah daerah maupun unsur Forkopimda.

Saat diwawancarai usai pertemuan, Willy mengatakan bahwa sebagai wakil rakyat dia melakukan kunjungan reses ke Barito Timur untuk menyerap aspirasi masyarakat sekaligus menyampaikan hal-hal yang terkait tugasnya di komisi VII DPR RI yang membidangi energi, riset dan teknologi.

Karena itu, pada kunjungan tersebut, dia juga membawa mitra Komisi VII DPR RI dari BUMN yakni Pertamina dan PLN untuk menjelaskan terkait distribusi BBM maupun elpiji bersubsidi, distribusi listrik serta mitra perusahaan swasta seperti Rimau Grup dan Adaro.

"Tadi banyak hal yang bisa kita diskusikan, termasuk yang paling sensitif masalah perbatasan Kalsel-Kalteng di Barito Timur. Intinya perbatasan ini adalah perbatasan antara dua provinsi dan dua kabupaten yang masih dalam lingkup Negara kesatuan Republik Indonesia, jadi bukan perbatasan dengan negara lain. Sehingga, perlu kita menghormati cara penyelesaian sesuai dengan undang-undang yang ada di republik ini," ujarnya.


Menurutnya, semua aspirasi masyarakat telah didengar, namun jika ada yang merasa tidak puas dengan penyelesaian yang ada, maka ada jalur lain yang dapat dimanfaatkan seperti musyawarah mufakat maupun jalur hukum.

"Harapan kami masyarakat di sana teduh saja, tenang saja dan menikmati hidup di wilayahnya. Nanti urusan perbatasan dan lain-lain itu akan diurus oleh negara, apa yang diputuskan oleh negara itulah Indonesia yang harus kita cintai karena kita tidak mengambil wilayah negara lain ataupun negara lain sedang mengambil wilayah kita. Ini kan masih wilayah NKRI. Jadi tinggal mengurus tata batas," kata Willy.

Masalah lain yang ramai dibahas selama pertemuan yakni terkait pemadaman listrik yang sempat terjadi selama dua hari dan menyebabkan aktivitas masyarakat yang terganggu.

"Tadi sudah kita tahu dari PLN bahwa kuncinya adalah karena Barito Timur belum memiliki Gardu Induk (GI) sendiri, sehingga voltase listrik tidak stabil serta jika terjadi gangguan di wilayah Amuntai, maka Barito Timur ikut terdampak. Karena itu, sepulang dari sini saya akan bicara lagi dengan teman-teman di PLN agar secepatnya memasang gardu induk di Barito Timur tanpa harus menunggu tahun depan," ungkapnya.

Selanjutnya, ada 4 desa juga yang belum teraliri listrik. Karena itu, akan diupayakan antara tahun 2023 hingga tahun 2004 seluruh desa di Barito Timur telah teraliri listrik dengan catatan, infrastruktur jalan menuju desa tersebut sudah siap sehingga memudahkan pemasangan jaringan listrik.

Berita Terbaru