Aplikasi Pilbup (Pemilihan Bupati) Kab. Labuhan Batu Pilkada Serentak 2024

IT Konsultan Terbaik Indonesia

Sekda Barito Timur Jelaskan Masalah Tamsil yang Belum Dibayarkan

  • Oleh Agustinus Bole Malo
  • 01 November 2022 - 15:31 WIB

BORNEONEWS, Tamiang Layang - Sekretaris Daerah Barito Timur Panahan Moetar menyampaikan penjelasan terkait tambahan penghasilan atau tamsil ASN yang hingga kini belum dibayarkan. Penjelasan ini untuk menjawab tudingan yang beredar di media sosial bahwa pemerintah daerah sengaja menunda pembayaran tamsil tersebut.

"Kita sudah berupaya melengkapi seluruh persyaratan yang diberikan oleh kementerian, saya sudah sampai ke kementerian juga masih ada kekurangan, hari Jumat kemarin masih ada lagi," ujar Panahan memulai penjelasannya, Selasa, 2 Oktober 2022.

Karena itu dia memohon dukungan dari seluruh kepala perangkat daerah karena sekitar 10.000 halaman data dalam bentuk file PDF yang telah dilengkapi ternyata masih ada kelemahan atau kekurangan khususnya pada Analisis Beban Kerja atau ABK.

"Jadi saya minta perhatian seluruh kepala OPD dan kemarin saya sudah perintahkan melalui bagian organisasi untuk kasubag kepegawaian masing-masing OPD berkoordinasi dengan kepala bagian organisasi bekerja di sana untuk secepatnya menyelesaikan ABK," ujar Panahan.

"Jadi ada yang memang kurang karena ini juga kurang perhatian dari kawan-kawan, beban kerjanya ada yang lebih besar punya kasubag dibanding kabidnya, oleh karena itu kemarin saya minta melalui bagian organisasi untuk segera memperbaiki kembali mudah-mudahan hanya itu saja dan kalau itu sudah selesai akan ada rekomendasi dari Kementerian Dalam Negeri khususnya tingkat direktorat," imbuhnya.

Selanjutnya rekomendasi dari kementerian tersebut secepatnya akan dibawa ke provinsi untuk menyelesaikan pembuatan peraturan bupati.

Pada kesempatan itu Panahan juga menegaskan bahwa pemerintah daerah tidak sengaja menunda pembayaran tamsil, melainkan karena rekomendasi dari kementerian yang belum turun.

"Tidak sama sekali (menunda pembayaran tamsil), kawan-kawan yang berbicara di medsos selama ini tidak mengetahui proses dan prosedur, nah kita tidak juga mau ya melanggar prosedur itu, kalau kita melanggar prosedur itu maka ada berbagai macam sanksi termasuk penundaan transfer pusat, itu yang kita tidak ingin terjadi seperti itu," tegasnya.

Panahan menargetkan masalah tersebut dapat terselesaikan dalam bulan November ini dan tamsil ASN segera terbayarkan.

"Sampai kapan kalau saya pribadi targetkan bulan ini harus clear dan terbayar mudah-mudahan seperti itu bulan ini karena kita harus menyiapkan dasar hukumnya untuk bisa menyelesaikan peraturan bupati itu," ungkapnya.

Menurutnya Panahan, dalam berbagai kesempatan rapat dirinya juga sudah menyampaikan permasalahan tersebut kepada kepala perangkat daerah agar dapat memberikan pemahaman kepada staf masing-masing sehingga tidak resah. "Bersabar saja, dan ini pasti akan terbayarkan," pesannya. (BOLE MALO/B-6) 

Berita Terbaru