DPRD Sambut Baik Investor Pengolahan Kelapa

  • 10 Februari 2016 - 20:40 WIB

HASIL perkebunan kelapa di wilayah Selatan Kabupaten Kotawaringin Timur sangat melimpah. Sayangnya potensi ini tidak tergarap maksimal karena ketiadaan pabrik pengolahan. Rencana kehadiran investor guna menggeliatkan usaha perkebunan masyarakat disambut baik kalangan DPRD Kabupaten Kotim.

Ketua Fraksi Partai Golkar DPRD Kotim Rudianur menyatakan pihaknya sangat mendukung apabila ada investor yang ingin mengembangkan usaha pengolahan kelapa di wilayah Selatan. Tanaman kelapa di wilayah Selatan memang menjadi usaha masyarakat yang paling dominan. Namun selama ini pemanfaatannya baru sebatas mencukupi untuk konsumsi kelapa muda maupun pelengkap masak dan belum merambah ke industri.  

“Kalau ada industri pengolahan kopra, tentu sangat positif guna meningkatkan perekonomian masyarakat di wilayah Selatan. Karena budidaya kelapa merupakan usaha turun temurun, tetapi sampai saat ini belum ada investor yang meliriknya. Hasil panen petani hanya dijual di pasaran lokal maupun kepada pengumpul,” kata dia, saat ditemui <Borneonews> di ruang kerjanya, Rabu (10/2/2016).

Menurut Rudi, wacana dibangunnya industri pengolahan kelapa pernah dilontarkan keluarga besar pengusaha nasional H Abdul Rasyid AS, dalam salah satu kesempatan bersilaturrahmi dengan warga Samuda, Kecamatan Mentaya Hilir Selatan.

Ia mengaku prihatin dengan kondisi masyarakat di wilayah Selatan Kabupaten Kotim yang belum bisa dikatakan sejahtera. Padahal, masyarakat memiliki usaha perkebunan kelapa. Namun ketiadaan industri pengolahan membuat kelapa-kelapa dijual dengan harga murah, tidak sebanding dengan biaya produksi yang dikeluarkan.

“Saya diingatkan adik saya H Abdul Rasyid agar jangan lupa dengan janji membangun indutri pengolahan kelapa di Samuda. Doakan saja, Insya Allah nanti akan diwujudkan,” kata H Ruslan AS, kakak kandung H Abdul Rasyid, saat menyampaikan sambutan dalam acara syukuran kemenangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Kalimantan Tengah H Sugianto Sabran-Habib H Said Ismail di Sampit beberapa waktu lalu. (RF/B-8)

Berita Terbaru