Aplikasi Pilwali (Pemilihan Walikota) Kota Banjarmasin Pilkada Serentak 2020

IT Konsultan Terbaik Indonesia

Permukiman Raja Seberang Diserang Bayi Nyamuk

  • 12 Februari 2016 - 17:01 WIB

Warga Kelurahan Raja Seberang, Kecamatan Arut Selatan (Arsel), Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), resah dengan banyaknya anak nyamuk yang menyerang permukiman.

Bayi nyamuk ini biasanya mulai masuk ke rumah warga menjelang Maghrib. Setelah sempat menjadi endemis demam berdarah pada awal Januari 2015, warga khawatir kasus serupa akan kembali terulang.

Menurut Azhar, warga RT 03, Kelurahan Raja Seberang, anak-anak nyamuk tersebut jumlahnya sangat banyak. Namun bila obat pembasmi nyamuk digunakan, satu per satu bayi nyamuk itu akan jatuh dan mati.

"Banyak sekali, tapi baru anak-anaknya. Mungkin saat banjir jentik-jentiknya sudah menjadi nyamuk, kata Azhar.

Ia meminta kepada Puskesmas Arsel atau Dinkes Kobar agar melakukan fogging di wilayah mereka. Namun ia meminta fogging dilakukan menyeluruh. Padahal saat banjir warga sudah berusaha menyingkirkan sampah agar tidak ada air yang tergenang.

Perlu segera diantisipasi, daripada nanti kembali jatuh korban," ujar Azhar.

Terkait hal itu, Kepala Bidang Pengendalian Masalah Kesehatan (PMK) Arif Susanto menegaskan ada mekanisme yang harus dilaksanakan terkait penanganan nyamuk. Hasil rapat dengan Dinkes Provinsi diingatkan agar pelaksanaan fogging harus sangat selektif. 

Ia menjelaskan, langkah yang efektif adalah pelaksanaan gerakan satu rumah satu Juru Pemantau Jentik (Jumantik). Alasannya, fogging sudah menimbulkan kekebalan nyamuk. Hal ini berdasarkan hasil penelitian di Kementerian Kesehatan. Di Kabupaten Kobar, indikasi kekebalan nyamuk terhadap fogging sudah terlihat.

"Kita sedang konsultasikan penggantian insektisida yang direkomendasikan Kemenkes. Tetapi langkah fogging harus menunggu Penyelidikan Epidemiologi (PE) terlebih dahulu. Kalau memang diperlukan pasti kita fogging," kata Arif. (KK/m)

Berita Terbaru