Software Pemenangan Pilkada 2024

IT Konsultan Terbaik Indonesia

Berkisah Tentang Geger Budaya Orang Indonesia di Turki: Makanan (Bagian 1)

  • Oleh Wahyu Wulandari
  • 04 Desember 2022 - 10:15 WIB

BORNEONEWS, Turki - Geger budaya atau yang populer dengan sebutan culture shock kerap terjadi saat pertama kali mengunjungi suatu negara, baik sekedar liburan, maupun menetap. 

Geger budaya biasanya terjadi karena perbedaan yang mencolok antara negara asal dengan negara tujuan, sehingga yang mengalami akan merasa aneh atau terkejut dengan situasi tertentu. Salah satu geger budaya yang sering dialami adalah perbedaan makanan.

Berikut kisah geger budaya saya soal makanan di Turki:

Jika dilihat sekilas menu makanan di Turki sangat menggoda. Mulai dari döner, skender kebap, sampai kokoreç. Namun kenyataan tidak seindah ekspektasi.

Iskender kebap. Daging panggang yang diiris tipis-tipis, disajikan dengan saus tomat, roti dan yogurt. 

Hal pertama yang cukup mencengangkan adalah porsinya. Bagi saya porsi makanan di Turki cukup besar, bisa dimakan oleh 2 orang. Agak jarang saya temukan menu dengan porsi yang pas, selalu berakhir dengan membungkus sisanya untuk dimakan lagi di rumah.

Kedua adalah rasa. Jika makanan Indonesia kaya akan rempah yang "bikin nagih". Makanan Turki cenderung hambar dan masam. 

Meskipun Turki sendiri kaya akan rempah-rempah, ternyata warganya tidak begitu suka dengan wangi rempah-rempah, sehingga mereka hanya menggunakannya sedikit pada setiap masakan.

Salça, pasta tomat yang jarang absen dalam masakan Turki.

Selain itu tomat adalah bahan dasar utama hampir setiap masakan Turki. Mereka punya pasta tomat sendiri yang disebut salça. Jadi, jangan heran jika kamu menemukan tomat dalam setiap makanan yang kamu pesan.

Selain tomat, rasa masam pada makanan Turki juga berasal dari yogurt, misalnya pada pideli kofte dan skender kebap. 

Kedua menu ini menggunakan yogurt murni tanpa bumbu apapun sebagai sausnya.

Berita Terbaru