Pesona Danau Bulat Desa Jahanjang

  • 14 Februari 2016 - 21:12 WIB

KATINGAN - Danau Bulat di Desa Jahanjang, Kabupaten Katingan, Kalimantan Tengah menjadi salah satu destinasi dari tiga simpul ekowisata yang banyak dikunjungi wisatawan asing maupun lokal.

“Tamu-tamunya ada yang dari Swedia, Belanda, Jerman, Australia, sedangkan domestik umumnya mahasiswa dari Jakarta atau Palangkaraya. Danau bulat ini memang untuk wisata,” ungkap Ketua Simpul Ekowisata Kamipang Jonedi di Desa Jahanjang, Kalimantan Tengah, Minggu.

Jonedi mengatakan Danau Bulat seluas 500 m2 ini termasuk dalam paket ekowisata Kamipang, sedangkan dua destinasi lainnya adalah Desa Baun Bango yang memiliki tradisi seni budaya masyarakat Dayak dan Desa Karuing yang memiliki pusat penelitian dan studi orangutan.

Danau Bulat memiliki air berwarna cokelat kemerahan yang berasal dari air lahan gambut. Pengunjung dapat bersampan, memancing atau menikmati matahari terbit dan tenggelam.

Selain itu, tradisi sepakbola api di malam hari oleh masyarakat Dayak juga dapat menambah pengalaman berwisata di desa berpenduduk 725 jiwa ini.

Adapun nama Danau Bulat berasal dari seorang pendiri Desa Jahanjang bernama Mat Saleh Engkang yang mempunyai istri dari Suku Dayak Kapuas bernama Bunter.

“Mereka yang pertama kali menemukan danau ini. Kemudian dia (Mat Saleh) ingin pakai nama istrinya, Bunter. Bunter dalam bahasa Indonesia berarti bulat. Makanya sampai sekarang ada yang sebut Danau Bulat,” ungkap Jonedi. (ANT/B-12)

Berita Terbaru