Aplikasi Pilkada / Software Pilkada Terbaik Untuk memenangkan Pilkada 2020

IT Konsultan Terbaik Indonesia

Bambang Haryo Kritik Pernyataan Menkeu Sri Mulyani yang Sebut Dunia Dalam Keadaan Krisis

  • Oleh Muhammad Hamim
  • 28 Februari 2023 - 10:43 WIB

BORNEONEWS, Sampit - Pengamat Kebijakan Publik Bambang Haryo Soekartono mengkritik pernyataan Menteri Keuangan Sri Mulyani yang menyebut dunia dalam keadaan krisis ekonomi dan pangan serta energi di tahun 2023 ini. Bahkan beberapa pejabat lainnya mengatakan bahwa sejumlah negara akan mengalami kesulitan dan menyebutkan tahun ini merupakan tahun yang tidak menentu.

Pernyataan tersebut dianggapnya tidak benar dan tidak berdasar, sehingga berpotensi menjadi pemicu memanasnya hubungan diplomasi Indonesia dengan negara lain yang seolah-olah terjadi keterpurukan dan bahkan ada yang mengatakan kebangkrutan sejumlah negara.

"Kondisi ekonomi di tahun 2022 di negara negara baik Asia, Eropa, maupun Amerika bahkan lebih baik daripada kondisi ekonomi pada saat 2019 sebelum pandemi terjadi dan prediksi tahun 2023 akan jauh lebih baik dari tahun 2022," kata Bambang Haryo.

Sebagai contoh, kata pemilik sapaan akrab BHS ini, pertumbuhan ekonomi negara negara di Asia Tenggara di pada 2022 seperti Vietnam pertumbuhan ekonominya sebesar 8,02% naik dibanding 2019 sebesar 7,02%.

Kemudian, di Philipina, pertumbuhan ekonominya di tahun 2022 sebesar 7,6% naik dibanding 2019 sebesar 6,12%, juga Malaysia pertumbuhan ekonominya di tahun 2022 sebesar 8,7% naik dari tahun 2019 yang hanya 4,41% dan bisa dikatakan pertumbuhan ekonomi di Malaysia tahun 2022 adalah yang tertinggi selama kurun waktu 22 tahun sejak 2000.

Negara-negara di Asia Tenggara mempunyai target akan terjadi kenaikan pertumbuhan ekonomi di tahun 2023. Tetapi untuk Indonesia pertumbuhan ekonomi di tahun 2022 sebesar 5,91% naik dari 2019 sebesar 5,02%, tetapi prediksi di tahun 2023 turun menjadi 4,9%

"Ini terlihat ekonomi dibanyak negara di dunia mengalami kenaikan yang signifikan pasca covid dan bahkan negara di Eropa yaitu Inggris sebagai negara maju saja bisa tumbuh sangat besar ditahun 2022 sebesar 4,1%, naik dari tahun 2019 sebesar 1,6%," sebut Bambang.

Menurunkan Kepercayaan Publik

Wakil Ketua MTI Pusat ini juga mempertanyakan seringnya para pejabat negara memberikan informasi yang keliru dan terkesan menakut nakuti masyarakat. Pasalnya, hal tersebut justru akan menimbulkan spekulasi dan menurunkan kepercayaan publik terhadap lembaga pemerintah.

"Saya tidak tahu, motif pejabat negara termasuk Menteri Keuangan yang memberikan keterangan seperti itu tentang kekhawatiran ekonomi dunia akan terpuruk di tahun 2023 dan menuju krisis yang disampaikan kepada rakyat melalui media massa. Jangan jangan hanya di Indonesia saja yang mengalami krisis ekonomi akibat salah kebijakan, " tanya Bambang.

Berita Terbaru