Aplikasi Pilkada / Software Pilkada Terbaik Untuk memenangkan Pilkada 2020

IT Konsultan Terbaik Indonesia

Merasa PT SLS Ingkar Janji, Ketua BPD Didi Ancam Tutup Aktivitas Perusahaan

  • Oleh Agustinus Bole Malo
  • 23 Maret 2023 - 08:40 WIB

BORNEONEWS, Tamiang Layang - Ketua Badan Permusyawaratan Desa atau BPD Didi Kecamatan Dusun Timur Kabupaten Barito Timur, Thomas, menyebut manajemen PT Sentosa Laju Sejahtera atau SLS ingkar janji terhadap masyarakat Desa Didi terkait perekrutan tenaga kerja. Karena itu, dia mengancam akan menutup aktivitas perusahaan pertambangan tersebut di wilayahnya.

"Warga Desa Didi sering  datang (mengadu) ke rumah, mereka kecewa karena di Desa Didi hanya ada satu karyawan yang diterima di PT SLS," ucap Thomas usai menghadiri undangan silahturahmi yang digelar PT SLS di Balai Desa Dorong, Rabu, 22 Maret 2023.

Dia menilai, PT SLS hanya mengumbar janji. Padahal sebelumnya saat melakukan sosialisasi di Desa Didi, perusahaan telah menyepakati untuk merekrut tenaga kerja dari warga setempat.

"Sesuai dengan kehadiran mereka waktu sosialisasi, 70-30 (70 persen warga lokal dan 30 persen warga pendatang) untuk masyarakat kita yang harus bekerja di perusahaan itu, tapi sampai saat ini warga Desa Didi hanya satu saja yang bekerja di situ," ungkap Thomas.

Dia juga menuding PT SLS kerap membuat alasan untuk tidak mempekerjakan warga Desa Didi sehingga banyak lamaran kerja warga Desa Didi yang tidak ditanggapi.

"Padahal banyak yang melamar kerja, tapi alasan umur-lah, alasan skill-lah, padahal kami banyak memiliki skill," ucapnya.

Thomas menilai, pertemuan silahturahmi yang dilaksanakan pihak PT SLS hanya untuk menutupi saja. Karena itu, dirinya sebagai wakil rakyat di tingkat desa akan mengundang manajemen PT SLS agar membahas masalah tersebut.

"Pertemuan hari ini anggaplah hanya menutup mata masyarakat. Kalau hanya makan kami juga bisa. Kami akan mengundang manajemen SLS untuk hadir ke Desa Didi nanti," kata Thomas dengan nada ketus.

"Kami menuntut sesuai dengan perjanjian 70-30 karyawan yang diterima di SLS, kami menuntut hak karena kami dirugikan hanya janji saja. Kami akan menutup aktivitas PT SLS," tambahnya.

Sementara itu, perwakilan manajemen PT SLS bernama Ria, mengatakan bahwa acara yang digelar PT SLS merupakan bentuk ucapan syukur atau selamatan dan silahturahmi dengan masyarakat di wilayah operasional perusahaan.

Ria pun mengakui saat ini karyawan dari warga lokal yang bekerja di PT SLS baru 25 persen karena kebutuhan karyawan non skill tidak banyak.

Dia juga membenarkan bahwa angka 25 persen untuk karyawan lokal belum memenuhi kuota yang diminta masyarakat. Karena itu, pihaknya akan mencoba memperbarui formasi karyawan non skill.

"Sejauh data yang saya lihat dari karyawan saya, hampir 25 persen sebenarnya sudah lokal tapi memang kalau secara kuota tidak memenuhi tuntutan karena memang kebutuhan kita tidak banyak,"  ucapnya. (BOLE MALO/Y) 

Berita Terbaru