Aplikasi Pilbup (Pemilihan Bupati) Kab. Kepahiang Pilkada Serentak 2024

IT Konsultan Terbaik Indonesia

Cegah Abrasi, Kapolres Kobar Ikut Gencarkan Penghijauan Bibir Pantai Dengan Tanam 1.000 Bibit Mangrove

  • Oleh Danang Ristiantoro
  • 16 Mei 2023 - 15:00 WIB

BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Dalam Rangka meminimalisir terjadinya abrasi pada kawasan bibir pantai, Kapolres Kotawaringin Barat AKBP Bayu Wicaksono, mengikuti kegiatan penghijauan melalui penanaman bibit pohon mangrove di kawasan Pantai Desa Keraya, Kecamatan Kumai, Kabupaten Kotawaringin Barat, pada Senin, 15 Mei 2023.

Dalam kegiatan tersebut, dihadiri oleh unsur forkopimda Kobar, Prof. Birute Galdikas, perwakilan PT CBI Group, instansi terkait, Gabungan Organisasi Wanita, TNI, tokoh masyarakat, pemuda dan agama serta masyarakat Kabupaten Kotawaringin Barat.

Adapun bibit tanaman mangrove yang ditanam berjumlah 1000 bibit dan disebar (ditanam) langsung di sepanjang kawasan bibir pantai Desa Keraya.

Kapolres mengatakan, kawasan pantai Keraya merupakan daerah yang sebagian besar wilayahnya merupakan dataran rendah yaitu pantai dan kerap menjadi lokasi obyek wisata serta konservasi alam.

"Derah ini pula sempat terkena dampak abrasi pantai yang disebabkan oleh pergeseran iklim yang cukup ekstrem, sehingga berdampak signifikan terhadap rumah penduduk khususnya yang berjarak dekat dengan bibir pantai," ujarnya, dalam rilis yang disampaikan pada Selasa, 16 Mei 2023.

Oleh karena itu kegiatan penanaman penghijauan merupakan salah satu langkah pencegahan demi mewujudkan dan menyelamatkan alam di Kabupaten Kotwaringin Barat khususnya Desa Keraya.

"Penanaman pohon mangrove ini sebagai bentuk Kepedulian terhadap lingkungan dan antisipasi terjadinya abrasi di kawasan Desa Keraya," ucap Kapolres.

Lebih lanjut disampaikan Kapolres, bahwa selain sebagai program penghijauan dan mencegah abrasi, penanaman pohon Mangrove ini nantinya sebagai tempat berkembangnya ekosistem laut.

"Hutan mangrove sangat berguna bagi lingkungan, diantaranya mencegah intrusi air laut, abrasi dan erosi pantai, sebagai tempat hidup dan sumber makanan sejumlah fauna dan biota laut, menguraikan limbah dan menjaga kestabilan topografi pesisir," pungkasnya. (DANANG/H)

Berita Terbaru