Aplikasi Pilkada / Software Pilkada Terbaik Untuk memenangkan Pilkada 2020

IT Konsultan Terbaik Indonesia

Terdakwa Penggelapan Uang di Indomaret Divonis 12 Bulan Penjara

  • Oleh Apriando
  • 12 Juni 2023 - 15:50 WIB

BORNEONEWS, Palangka Raya - Fredikson Noah, terdakwa dalam perkara penggelapan uang dari tempatnya bekerja divonis 12 bulan atau 1 tahun penjara.

"Menyatakan terdakwa Fredikson Noah telah terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana penggelapan dalam pekerjaan yang dilakukan secara berlanjut," bunyi vonis majelis hakim Pengadilan Negeri Palangka Raya sebagaimana dikutip dalam SIPP, Senin, 11 Juni 2023.

Putusan tersebut lebih ringan dari tuntutan Jaksa yang sebelumnya menuntut untuk menjatuhkan pidana penjara selama 1 tahun 3 bulan penjara.

Dalam surat dakwaan Jaksa, Terdakwa, Fedrikson Noah, bertugas sebagai pegawai di toko Indomaret jalan RTA Milono KM 9.  Ia didakwa mengambil uang dari dalam brankas toko.

Terdakwa Fedrikson menutupi pencurian tersebut dengan melakukan top up saldo melalui sistem komputer payment toko Indomaret. Ia mentransfer saldo dari akun Shopee pribadinya ke rekening BCA atas nama terdakwa sendiri.

Terdakwa mengambil uang secara tunai dari ATM BCA untuk menutupi kekurangan uang di brankas. Uang hasil penjualan di toko digunakan terdakwa untuk keperluan pribadi dan mengganti rugi barang kadaluarsa.

Terdakwa melakukan top up secara berulang-ulang untuk mengelabui kantor pusat. Terdakwa memberitahu supervisor bahwa ada uang pending dan kurang setor untuk menutupi tindakannya.

Terdakwa mengakui perbuatannya ketika dilakukan sidak oleh manajer dan hasil audit internal. Terdakwa melakukan tindak pidana penggelapan bersama dengan terdakwa Muhammad Sofi'i dan Nuviya Nuvelita. Terdakwa dan rekannya menggunakan uang toko secara tidak sah, termasuk uang brankas.

Dalam pemeriksaan terdakwa mengakui bahwa keuntungan dari penggelapan tersebut digunakan untuk keperluan pribadi dan mengganti rugi barang. Toko Indomaret jalan RTA Milono Km. 9 dirugikan sejumlah Rp 87.000.000,- akibat perbuatan terdakwa. (APRIANDO/J)

Berita Terbaru