Aplikasi Pilbup (Pemilihan Bupati) Kab. Simalungun Pilkada Serentak 2024

IT Konsultan Terbaik Indonesia

Kemenag Optimalkan Layanan Jemaah Haji Gelombang Kedua

  • Oleh ANTARA
  • 09 Juli 2023 - 18:00 WIB

BORNEONEWS, Madinah - Senin, 10 Juli 2023, menjadi waktu awal jamaah haji gelombang kedua masuk ke Madinah setelah sebelumnya mereka menjalani rangkaian puncak haji di Arafah, Muzdalifah dan Mina, serta menutup dengan tawaf wada' atau perpisahan karena meninggalkan Mekkah.

Beragam persiapan telah dilakukan oleh Kementerian Agama dalam hal ini adalah Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi untuk menyambut kedatangan mereka selama delapan sampai sembilan hari menjalankan Arbain atau shalat fardlu dalam 40 waktu di Madinah.

Sejumlah persiapan dilakukan dan petugas telah siap untuk semua lini, mulai pengecekan dokumen di terminal, sisi transportasi, akomodasi atau hotel tempat mereka menginap di sekitaran Masjid Nabawi, sampai kesiapan konsumsi tiga kali sehari.

"Alhamdulillah kami sudah melakukan berbagai persiapan terkait dengan kedatangan jamaah haji gelombang kedua di Madinah ini sebagaimana arahan Pak Menteri Agama kita," kata Kepala Daerah Kerja Madinah Zaenal Muttaqin, di Madinah, Sabtu (8/7).

Jumlah jamaah gelombang kedua, lebih banyak dari gelombang pertama. Pada gelombang pertama 101 ribu, sedangkan gelombang kedua sekitar 109 atau 108 ribu haji, dengan sekitar 295 kelompok terbang (kloter) atau lebih banyak dari gelombang pertama sekitar 263 kloter.

Sejumlah persiapan tersebut, berkaca dari penyelenggaraan ibadah haji dalam memberikan layanan kepada jamaah haji gelombang pertama, sehingga pelayanan ke depan bisa lebih optimal.


Secara umum pelayanan yang diberikan sama dengan jamaah haji gelombang pertama, bahwa mereka akan melaksanakan ziarah ke Raudhah, kemudian ziarah di sekitar Kota Madinah, baik di Quba, Qiblataian, dan tempat-tempat yang lainnya.

PPIH Arab Saudi telah menyiapkan tasrih jamaah haji untuk masuk ke Raudhah dan pada kedatangan awal, mereka akan menempati hotel yang tersebar di tiga wilayah di lima sektor sekitaran Masjid Nawabi, Madinah, dan pada hari pertama kedatangan sekitar 21 kloter tersebar di empat sektor, yakni sektor 1, 2, 4, dan sektor 5.


Layanan transportasi

Posisi bus yang ditumpangi jamaah haji Indonesia gelombang kedua dari Mekkah ke Madinah mulai Senin (10/7) juga akan terpantau Global Positioning System (GPS) oleh PPIH Arab Saudi.

"Sebagaimana arahan Menteri Agama, panitia akan men-tracking mobil bus yang ada dari Mekkah. Untuk itu panitia sudah berkoordinasi dengan naqobah dan perusahaan-perusahaan atau syarikah bus yang ada 11 perusahaan tersebut. PPIH meminta GPS dan user id-nya, sehingga posisi bus dari Mekkah, bisa diketahui.

Untuk memastikan pemantauan seluruh bus yang membawa jamaah haji Indonesia tersebut, PPIH telah menyiapkan perangkat atau alat yang diperlukan dan sumber daya manusia (SDM) yang mengoperasikan.


Pesan Menag

Berita Terbaru