Aplikasi Pilkada / Software Pilkada Terbaik Untuk memenangkan Pilkada 2020

IT Konsultan Terbaik Indonesia

Anggota DPRD ini Sayangkan Perselisihan Masyarakat dan PBS Sering Terjadi di Kalteng

  • Oleh Donny Damara
  • 13 Juli 2023 - 14:10 WIB

BORNEONEWS, Palangka Raya - Anggota DPRD Kalteng Natalia mengatakan, dirinya sangat menyayangkan adanya perselisihan antara masyarakat dan perusahaan besar swasta (PBS) sering terjadi di wilayah Kalteng.

Menurutnya, perselisihan semestinya tidak harus terjadi. Ada baiknya ketika terdapat persoalan diselesaikan secara baik-baik melalui musyawarah yang dilakukan. Sebab, jika perselisihan berlanjut keranah konflik tentu itu sangat merugikan kedua belah pihak.

"Contohnya saja seperti di Kabupaten Seruyan belum lama ini konflik antara masyarakat dengan PT BJAP, bisa kita katakan merugikan karena banyak fasilitas bahkan kendaraan yang dirusak, tidak hanya perusahaan yang rugi tapi juga masyarakat jika perusahaan melapor," ucapnya, Kamis, 13 Juli 2023.

Ia menyebut, sebenarnya setiap adanya perselisihan baik itu terkait tuntutan plasma dan sebagainya itu, pastinya akan ada solusi penyelesaian dengan cara lain selain dengan konflik, sebab tidak ada persoalan yang tak dapat diselesaikan.

"Meskipun masyarakat merasa tuntutan mereka selalu tidak didengarkan, harusnya tetap sabar mecari solusi lain tidak harus dengan konflik. Begitu juga pihak perusahaan ketika ada tuntutan supaya bisa menjadi perhatian, bagaimana caranya agar tuntutan itu direalisasi," ujarnya.

Pasalnya, keberadaan investasi atau perusahaan di suatu wilayah, itu harus saling menguntungkan dan wajib bagi perusahaan memperhatikan masyarakat disekitarnya baik pemberdayaan masyarakat lokal hingga memberikan plasma yang menjadi hak masyarakat.

"Disini kita tidak membela siapa-siapa, tapi kita menyarankan dan berharap agar antara perusahaan dan masyarakat terjalin sinergi yang baik, karena memang aturan-aturan yang belaku harus ditaati bersama. Intinya adanya investasi itu sama-sama saling menguntungkan," tuturnya.

Dirinya berharap, konflik yang terjadi antara masyarakat dan perusahaan di Kabupaten Seruyan tersebut bisa menjadi pembelajaraan bagi semua pihak terutama PBS lainnya yang beroperasi di wilayah Kalteng agar setiap tuntutan dari masyarakat supaya dapat direalisasi.

"Begitu juga masyarakat harus tetap menjaga kondusifitas, peran semua pihak baik tokoh adat, tokoh agama, aparat penegak hukum dan lainnya di daerah sangat diperlukan. Kita patut bersyukur konflik yang terjadi di Seruyan itu sudah menemui titik temu dan selesai. Harapan kita kedepan tidak ada lagi konflik tekait tuntutan hak ini di Kalteng," tukasnya. (DONNY D/H)

Berita Terbaru