Aplikasi Real & Quick Count & Arsip Form C1 Digital

IT Konsultan Terbaik Indonesia

Gelapkan Uang Penjualan Mobil, Begini Akibatnya

  • Oleh Apriando
  • 07 September 2023 - 20:20 WIB

BORNEONEWS, Palangka Raya - Mansyah, terdakwa dalam perkara tindak pidana penggelapan divonis 1 tahun 10 bulan pada sidang di Pengadilan Negeri Palangka Raya.

"Mengadili, menyatakan terdakwa Mansyah telah terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana penggelapan. Menjatuhkan pidana kepada Terdakwa Mansyah dengan pidana penjara selama 1 tahun dan 10 bulan," ucap Vonis Majelis Hakim sebagaimana dikutip dalam SIPP Pengadilan Negeri Palangka Raya, Kamis, 7 September 2023 

Dalam dakwaan Jaksa, perkara bermula pada bulan Maret 2021, ketika saksi Bambang memperbaiki mobil truck di bengkel milik terdakwa Mansyah. Setelah diperbaiki, terdakwa menyampaikan niatnya untuk menggunakan mobil dengan kesepakatan bagi hasil. Namun, setelah digunakan, terdakwa mengeluhkan bahwa mobil tidak bertenaga.

Pada bulan Mei 2022, Bambang meminta bantuan terdakwa untuk menjual mobil tersebut seharga Rp. 120 juta Terdakwa kemudian menjual mobil tersebut kepada saksi Tarmidi pada tanggal 23 September 2022 dengan pembayaran uang muka sebesar Rp60 juta. Terdakwa bersama istrinya datang ke rumah Bambang untuk mengambil BPKB dan STNK mobil dengan alasan pembayaran pajak. Namun, terdakwa tidak pernah menyerahkan uang tersebut kepada pemilik mobil.

Setelah mobil dibeli oleh Tarmidi, mobil tersebut digunakan untuk keperluan usaha Tarmidi. Namun, karena rusak, Tarmidi mengembalikannya kepada terdakwa untuk diperbaiki. Bambang melihat mobilnya ada di depan bengkel terdakwa pada bulan Desember 2022, namun terdakwa mengatakan mobil sedang rusak. Pada bulan Januari 2023, Bambang meminta terdakwa untuk memasang kembali alat-alat yang dilepas, namun setelah beberapa hari, semua alat telah hilang.

Setelah melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Bukit Batu, diketahui bahwa terdakwa telah menjual mobil tersebut tanpa izin pemiliknya, dengan total harga Rp120 juta dan sudah menerima uang muka Rp60 juta Mobil tersebut kemudian rusak dan beberapa sparepart-nya dijual oleh terdakwa lalu sisanya akan diangsur sebesar Rp5 juta dan Mobil Truck tersebut sempat sekitar satu bulan digunakan oleh saksi Tarmidi. karena rusak kemudian dibawa terdakwa untuk diperbaiki.

Menurut keterangan terdakwa sebagian spare part mobil tersebut telah dijualnya, salah satunya yaitu transmisi mobil yang dijual kepada orang lain pada sekitar bulan Pebruari 2023 dengan harga Rp7 juta, namun penjualan tersebut juga tanpa sepengetahuan korban selaku pemilik mobil tersebut dan uang hasil penjualan tersebut dipergunakan untuk kepentingan pribadi Terdakwa di antaranya untuk bermain judi online. (APRIANDO/J)

Berita Terbaru