Aplikasi Pilbup (Pemilihan Bupati) Kab. Penukal Abab Lematang Ilir Pilkada Serentak 2024

IT Konsultan Terbaik Indonesia

Warga di Muara Teweh Keluhkan Harga Elpiji 3 Kg Mencapai Rp35 Ribu

  • Oleh Ramadani
  • 05 Oktober 2023 - 23:40 WIB

BORNEONEWS, Muara Teweh – Warga di dalam Kota Muara Teweh, Kabupaten Barito Utara mengeluhkan harga elpiji 3 kilogram di tingkat eceran yang mencapai Rp35 ribu.

“Harga elpiji 3 kilogram di pengecer mencapai Rp 34 ribu hingga Rp35 ribu per tabung. Padahal HET sudah ditetapkan oleh pemerintah,” kata salah seorang warga di Kelurahan Lanjas, Kamis, 5 Oktober 2023.

Dikatakannya, untuk harga tingkat pangkalan dan agen mengikuti HET yang ditetapkan pemerintah, namun di tingkat pengecer atau yang ada di warung-warung ini yang dikeluhkan.

“Ya kalau mau ambil untung bisa saja, tapi jangan melebihi dari apa yang sudah ditetapkan. Paling tidak harga elpiji 3 kilogram ini dijual dengan harga Rp29 ribu atau Rp30 ribu, masih ada keuntungannya,” kata warga tersebut meminta namanya tidak dipublikasikan.

Dirinya juga meminta kepada dinas terkait bersama aparat hukum untuk melakukan inspeksi mendadak atau ke warung-warung yang menjual elpiji tersebut.

Hal senada juga disampaikan warga di Kelurahan Lanjas, Ucup. Dia menyebut pernah membeli gas 3 kilogram dengan harga Rp34 ribu di warung (pengecer). “Saya pernah membeli gas elpiji dengan harga Rp34 ribu, padahal harga HET Rp24.000,- paling tidak harga di eceran Rp29 ribu atau Rp30 ribu,” kata dia. 

Dirinya memastikan masih ada agen atau pangkalan yang menjual atau mendistribusikan elpiji 3 kilogram ini kepada para pengecer dengan harga yang begitu tinggi, sehingga para pengecer ada yang menjual dengan harga Rp34.000 hingga Rp35.000 per tabung.

Sementara itu, Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Barito Utara, Ir H Jainal Abidin mengatakan bahwa pihaknya sudah berusaha maksimal dalam menertibkan distribusi elpiji ini. 

“Kami sudah berusaha maksimal menertibkan distribusi dan harga di tingkat agen dan pangkalan, khususnya dalam Kota Muara Teweh dan sekitarnya,” kata Jainal Abidin. 

Untuk warung atau kios pengecer, kata H Jainal Abidin, memang di luar sistem dari peraturan yang ada. “Kami dari Dinas Perdagangan dan Perindustrian sudah dua kali mengeluarkan surat imbauan kepada warung dan kios pengecer untuk mengingatkan mereka tentang taat aturan distribusi dan harga elpiji 3 kilogram,” kata Ir Jainal Abidin.(RAMADHANI/Y)

Berita Terbaru