Aplikasi Pilkada / Software Pilkada Terbaik Untuk memenangkan Pilkada 2020

IT Konsultan Terbaik Indonesia

Kabupaten Gunung Mas Ikut Diselimuti Kabut Asap

  • Oleh Riska Yulyana
  • 06 Oktober 2023 - 21:20 WIB

BORNEONEWS, Kuala Kurun - Kabupaten Gunung Mas ikut diselimuti kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dari kabupaten/kota di sekitar. 

"Gunung Mas salah satu daerah yang di Kalimantan Tengah yang titik panasnya tidak terlalu banyak, dan kabut asap di Gunung Mas sudah mulai banyak salah satunya asap kiriman dari kabupaten-kabupaten di sekitar," ujar Pj Sekda Gunung Mas Richard, Jumat, 6 Oktober 2023.

Dia melanjutkan, terkait hal itu, pemerintah Kabupaten Gunung Mas sudah mengambil beberapa tindakan salah satunya untuk anak sekolah di Gunung Mas jam masuknya diperlambat menjadi pukul 08.00 dan jam pulangnya dipercepat.

"Ke depannya akan terus kita pantau karena jika kondisi kabut asapnya tidak membaik atau semakin tebal, maka akan ada peninjauan kembali apakah anak sekolah bisa belajar dari rumah dan ASN yang ada akan seperti apa," paparnya.

Selain itu, Dinas Kesehatan juga bertindak dengan mulai membagikan masker kepada masyarakat. "Kami berharap, kabut asap yang ada di Gunung Mas dan kota/kabupaten lain bisa terkendali dan karhutla bisa segera teratasi," harapnya.

Sementara itu, Kabid Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan pada Dinas Lingkungan Hidup, Kehutanan dan Perhubungan (DLHKP) Gunung Mas, Muliadi mengatakan bahwa memang benar kabut asap yang menutupi wilayah Gunung Mas kiriman dari Kabupaten/Kota sekitar.

"Kabut asap yang ada di Kabupaten Gunung Mas ini semata-mata kiriman dari kabupaten atau daerah lain di sekitar Gumas," ujarnya.

Meski demikian, Muliadi mengatakan, kalau dibandingkan dengan kondisi yang ada di Kota Palangka Raya dan Kabupaten lain, Gunung Mas diperkirakan masih aman.

"Namun kita juga tidak bisa memastikan 100 persen udara di Gunung Mas aman karena tidak didukung dengan pengukuran menggunakan alat Dusttrak Aerosol Monitor, sebab alat tersebut sedang dalam perbaikan," tukasnya. 

Dia melanjutkan, bahwa alat tersebut digunakan untuk mengukur indeks standar pencemaran udara (ISPU). (RISKA YULYANA/Y)

Berita Terbaru