Aplikasi Pilbup (Pemilihan Bupati) Kab. Pangkajene Kepulauan Pilkada Serentak 2024

IT Konsultan Terbaik Indonesia

Ini Cara Turunkan Biaya Pemupukan Kelapa Sawit

  • Oleh Testi Priscilla
  • 29 November 2023 - 13:40 WIB

BORNEONEWS, Palangka Raya - Kepala Divisi Teknologi Proses, Program Studi Teknik Industri Pertanian, IPB University Prof Dr Erliza Hambali membeberkan cara untuk menurunkan biaya pemupukan kelapa sawit.

Seperti diketahui bahwa berbagai usaha sudah dilakukan oleh perkebunan sawit untuk menurunkan biaya pemupukan, seperti penggunaan tandan kosong atau tankos kelapa sawit untuk mulsa dan kompos.

"Namun pengomposan tandan kosong kelapa sawit membutuhkan waktu yang relatif lama untuk dapat diserap oleh tanaman sawit, dan juga masih membutuhkan biaya yang mahal dalam hal logistik dan distribusi untuk sampai ke kebun-kebun sawit," kats Prof Erliza Hambali kemarin.

Hal ini disampaikannya dalam Workshop Karbonasi Tandan Kosong Kelapa Sawit dan Pemanfaatannya sebagai Pupuk Organik untuk Substitusi Pupuk Kimia pada Perkebunan Kelapa Sawit kerjasama IPB University dan Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit atau BPDPKS di Palangka Raya pada Selasa, 28 November 2023.

"Kelemahan lainnya adalah proses pengomposan yang lama yaitu sekitar 45-60 hari, tergantung teknologi yang digunakan," tuturnya lagi.

Salah satu upaya untuk meningkatkan efisiensi pemupukan di perkebunan sawit, lanjutnya, adalah menggunakan Biochar atau Karbon dari Tandan Kosong Kelapa Sawit.

"Biochar hasil proses Karbonisasi Tandan Kosong Kelapa Sawit dapat digunakan sebagai Soil Conditioner untuk Meningkatkan Kesuburan Tanah dan Efisiensi Pemupukan pada perkebunan kelapa sawit," jelasnya lagi.

Usai pembukaan workshop, digelar juga jumpa pers kepada awak media dengan pembicara mulai dari Prof Erliza, Kepala Divisi Program Pelayanan BPDPKS Arfie Thahar, Head of Research & Development- PT Bumitama Gunajaya Agro Adhy Ardiyanto.

Kemudian perwakilan Gapki Kalteng Sukarman, Dosen Departemen Agronomi dan Hortikultura, Fakultas Pertanian, IPB University Prof Dr Herdhata Agusta, serta perwakilan Beston - China Tom Zhang. (TESTI PRISCILLA/H)

Berita Terbaru