Banyak Yang Mati, Ikan Keramba Dipanen Dini

  • Oleh Abdul Gofur
  • 03 Mei 2016 - 10:56 WIB

BORNEONEWS-Kasongan:  Gara-gara ikan banyak mati, sejumlah petani atau pemilik keramba ikan di Sungai Katingan mengaku merugi.

Ini karena ikan keramba masih dihargai murah oleh pengepul.

"Sebenarnya kami mau menunda panen ikan keramba itu sambil menunggu harga kembali normal, tapi karena ikan banyak yang mati terpaksa kita panen daripada banyak lagi yang mati,," sebut Celang, Ketua Kelompok Tani Kuluk Pata, Selasa (3/5/2016) .

Celang mengaku selain dirinya, sejumlah anggotanya juga terpaksa memanen ikan kerambanya itu meski dengan harga yang dinilai murah.

"Biasanya kalau normalnya pengepul membeli ikan keramba jenis nila iniRp29 ribu sampai Rp30 ribu per kilonya, tapi sekarang mereka hanya berani mematok Rp24 ribu per kilo," sebut Celang.

Menurutnya, dia memiliki tujuh buah keramba ikan jenis nila, yang rata-rata per keramba kapasitasnya sekitar 1000 ekor.

"Yang kita panen kemarin hanya satu keramba dengan bibit awal sebanyak9.900 ikan, tapi setelah ditimbang kemarin hanya dapat 365 kg atau yang mati lebih dari separo," sebutnya.

Sebenarnya, dengan bibit sebanyak itu seharusnya bobot ikan yang dipanen seberat 600 kg hingga 700 kg.

"Kalau kita hitung-hitung kemarin dari harga pakan dan juga biaya pemeliharaan, memang kita masih ada untungnya tapi sangat tipis. Beda kalau harganya lebih dari Rp24 ribu per kilo," imbuhnya.

Celang dan sejumlah pemilik keramba lainnya mengaku belum mengetahui secara pasti penyebab ikan kerambanya yang banyak mati tersebut.

"Air sungai ini kan naik terus, mungkin karena kondisi air pasang ini yang menyebabkan ikan banyak mati."

Celang juga menambahkan,  sejauh ini pihak Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Katingan juga belum melakukan pemantauan terkait ikan miliknya yangbanyak mati ini.

"Harapan kami petani keramba ini pihak dinas bisa memberikan bantuan, misalnya bibit ikan kepada kita para kelompok tani keramba ini," imbuhnya. (GP/*)

Berita Terbaru