Aplikasi Pilkada / Software Pilkada Terbaik Untuk memenangkan Pilkada 2020

IT Konsultan Terbaik Indonesia

Pemkab Barito Timur Akan Bangun Replika Jembatan Belanda yang Hanyut Terbawa Banjir

  • Oleh Agustinus Bole Malo
  • 04 Januari 2024 - 17:50 WIB

BORNEONEWS, Tamiang Layang - Pemerintah Kabupaten Barito Timur berencana membangun replika Jembatan Belanda di Kelurahan Ampah Kota yang runtuh dan hanyut terbawa banjir.

"Kemarin ada tim dari kabupaten yang terdiri dari Disbudparpora, Dinas PUPR Perkim dan BPBD Damkar turun meninjau langsung ke titik lokasi runtuhnya Jembatan Belanda," ungkap Camat Dusun Tengah Prismayandi di Tamiang Layang, Kamis, 4 Januari 2024.

Dia menuturkan, setelah jembatan tersebut runtuh masyarakat menyampaikan keinginan melalui pemerintah kelurahan dan kecamatan agar jembatan yang dibangun pada masa penjajahan Belanda itu dibangun kembali.

"Harapan kami bersama masyarakat kami juga di Dusun Tengah karena ini historikalnya adalah sejarah peninggalan kolonial Belanda yang kebetulan berada di kecamatan Dusun Tengah, supaya minimal ada wujud kembali yang walaupun tidak asli lagi tapi bisa diceritakan dan dilihat anak cucu kita ke depan," lanjut Prismayandi.

Dia beralasan, jika berbicara sejarah namun tidak ada wujudnya sulit untuk menganalogikan bahwa sejarah yang dimaksud benar-benar ada.


"Kalau ada wujudnya kita bisa mengingat dan meneruskan ceritanya ke anak cucu kita," kata Prismayandi.

Dia melanjutkan, Pemerintah Kecamatan Dusun Tengah telah mengkomunikasikan dengan Dinas PUPR Perkim agar dapat dibangun kembali replika Jembatan Belanda dengan puing-puing yang ditemukan hanyut beberapa ratus meter dari lokasi awal jembatan tersebut berdiri.

"Yang tersisa saat ini mungkin sekitar 20 persen dari bangunan. Ada sebagian yang ditemukan warga di sekitar 200 meter dari titik jembatan, di belakang pasar. Informasi dari warga juga bahwa balok ukuran 40x40 itu cukup berat dan tidak mungkin hanyut terlalu jauh jadi kita nunggu air surut untuk mencari, karena kita tahu bersama bahan baku jembatan ini adalah kayu ulin dan sulit kita mendapatkan ukuran kayu yang sebesar itu sekarang," kata Camat.

Menurutnya, jika keinginan masyarakat dan pemerintah untuk membuat kembali replika jembatan yang terdaftar sebagai situs sejarah itu bisa direalisasikan maka puing-puing itu tidak boleh diambil oleh masyarakat untuk kepentingan pribadi.

"Bagi masyarakat yang menemukan puing-puingnya tolong diamankan dan dilaporkan ke pemerintah desa setempat supaya bahan baku atau material ini tidak hilang 100 persen dan dapat dimanfaatkan kembali untuk pembuatan replika jembatan. Replika ini nanti sebagai wujud atau gambaran bahwa di sini pernah ada jembatan peninggalan Belanda walaupun ukurannya tidak sama persis," imbau Prismayandi.

Berita Terbaru