Aplikasi Pilbup (Pemilihan Bupati) Kab. Konawe Selatan Pilkada Serentak 2020

IT Konsultan Terbaik Indonesia

DPRD Kotawaringin Timur Minta Dinkes Cekatan Tangani DBD

  • Oleh M. Rifqi
  • 06 Mei 2016 - 17:00 WIB

BORNEONEWS, Sampit - Berdasarkan laporan Dinas Kesehatan Kabupaten Kotawaringin Timur, dua anak di daerah ini meninggal akibat penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD). Komisi III DPRD Kotim yang membidangi kesehatan meminta dinas kesehatan setempat untuk lebih cekatan dalam melakukan penanganan penyakit menular ini.

Kami minta penangannya bisa lebih maksimal dan cekatan. Supaya korban akibat DBD tidak bertambah luas, kata Ketua Komisi III DPRD Kotim Rimbun, saat dihubungi, Jumat (6/5/2016).

Politisi PDI Perjuangan itu juga meminta dinkes mengambil langkah strategis memutus mata rantai penyebaran nyamuk aedes agypti, sebagai antisipasi pemberantasan wabah penyakit DBD yang menyerang warga.

Ia juga mengatakan, Dinas Kesehatan wajib turun ke lapangan tanpa harus menunggu ada korban lainnya berjatuhan, karena penyakit demam berdarah sulit terdeteksi.

Beberapa langkah pencegahan yang bisa dilakukan antara lain dengan melakukan pengasapan (fogging), mengajak aparat pemerintahan seperti camat, lurah dan kepala desa maupun RT/RW, untuk secara bersama bergotong royong membersihkan lingkungan dari sampah.

Diskes harus terjun ke masyarakat langsung, melakukan foging atau penaburan bubuk larvasida di tempat-tempat rawan perkembangan nyamuk demam berdarah, tanpa harus menunggu korban DBD, cetus dia.

Masyarakat juga diharapkan lebih proaktif dalam menjaga kebersihan lingkungan dan tetap menjaga pola hidup sehat. Sebab penyakit DBD bisa muncul karena kurangnya kebersihan lingkungan.

"Penyakit DBD bisa muncul karena kurangnya kebersihan, karena itu pola hidup sehat dan kebersihan lingkungan adalah cara terbaik mencegah terkena penyakit DBD, kata dia.

Terkait anggaran dalam melakukan fogging, menurut dia sudah tersedia di Dinkes. Sehingga, hal ini seharusnya dilakukan untuk mengantisipasi meluasnya DBD.

Sementara itu, Kepala Bidang Pengendalian Penyakit Menular Dinkes Kotim Triyono, mengungkapkan sejak awal tahun hingga Mei 2016 ini sudah ada dua anak balita di Kecamatan Baamang, Kotim, yang meninggal dunia akibat terserang DBD.

Kami terus melakukan upaya pemberantasan DBD. Selain itu yang tidak kalah penting peran serta masyarakat dengan menjaga pola hidup bersih dan sehat agar tidak ada tempat bagi nyamuk penyebar DBD berkembang biak, ujar dia. (RIFQI/m)

Berita Terbaru