Aplikasi Pilkada / Software Pilkada Terbaik Untuk memenangkan Pilkada 2020

IT Konsultan Terbaik Indonesia

Menteri LHK Kunjungi Desa Tuwung di Pulang Pisau

  • Oleh M Pradila Kandi
  • 24 Januari 2024 - 14:00 WIB

BORNEONEWS, Pulang Pisau - Pj Bupati Pulang Pisau, Nunu Andriani mendampingi Wakil Gubernur Kalteng, Edy Pratowo dan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Siti Nurbaya Bakar melakukan kunjungan kerja di Desa Tuwung, Kecamatan Kahayan Tengah, Rabu, 24 Januari 2024.

Dalam sambutannya, Pj Bupati mengatakan bawah Pulang Pisau merupakan kabupaten pemekaran dari Kabupaten Kapuas dengan luas ± 899.700 HA dengan batas administratif sebelah utara dengan Kabupaten Gunung Mas, sebelah timur dengan Kabupaten Kapuas, sebelah barat dengan Kota Palangka Raya dan Katingan serta sebelah selatan berbatasan dengan laut Jawa.

"Dilihat dari hal itu, Pulang Pisau memiliki potensi yang beragam diantaranya hasil hutan bukan kayu (HHBK) yang saat ini dikelola oleh lembaga masyarakat melalui skema perhutanan sosial termasuk hutan desa salah satunya di Desa Tuwung ini," ucapnya.

Ia menjelaskan, melihat beragam potensi yang ada, pihaknya terus menerus menggali dan mengembangkan, berkolaborasi dengan berbagai pihak sesuai kewengangannya termasuk Pemerintah Pusat dalam hal ini Balai Perhutanan Sosial dan Kemitraan Lingkungan (BPSKL) Wilayah Kalimantan dalam pengelolaan dan pengembangan hutan di Desa Tuwung.

"Perlu saya sampaikan, Desa Tuwung telah mendapatkan penetapan dari KLHK RI pada 2019 yang lalu sebagai hutan desa dengan areal seluas 1.297 hektare yang berada di kawasan hutan produksi konversi (HPK) yang dikelola melalui lembaga pengelola hutan desa (LPHD)," jelasnya.

LPHD Tuwung juga pernah memperoleh penghargaan sebagai kelompok usaha perhutanan sosial (KUPS) terbaik dan dengan adanya hutan Desa Tuwung itu menjadi salah satu cara untuk mempertahankan kelestarian lahan gambut karena didalamnya terdapar areal seluas 828 hektar sebagai fungsi ekosistem gambut lindung.

"Selain sebagai areal pengembangan KUPS perikanan, madu kelulut, kerajinan HHBK dan peternakan hutan Desa Tuwung, juga di fungsikan sebagai areal penyangga kawasan suaka alam/kawasan pelestarian alam (KSA/KPA) Bukit Rawi dan areal lokus restorasi gambut dari BRGM RI," katanya.

Pj Bupati menambahkan, dalam hal inu berharap kedepannya kolaborasi lintas sektor dapat terus dimaksimalkan untuk membangun desa, salah satunya dengan cara komunikasi yang aktif dan efektif antar stakeholder yang ada.

"Tentunya hal ini agar pembangunan di bidang LHK dapat terus berkelanjutan sehingga tercapainya kemandirian ekonomi masyarakat dalam memaksimalkan usaha ekonomi produktifnya," tutupnya. (M PRADILA KANDI/R)


TAGS:

Berita Terbaru